Sebagai bagian dari inovasi pertanian, JFK Pertanian telah mengembangkan pupuk organik khusus yang mengandung unsur hara lengkap, baik makro (N, P, K, Ca, Mg, S) maupun mikro (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B). Pupuk ini tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan pupuk kimia.
“Kalau terlalu sering memakai pupuk kimia, tanah menjadi keras, akar tanaman sulit menyerap nutrisi, dan hasil panen menurun. Dengan pupuk organik, kita perlahan beralih ke sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar JFK.
Dukungan Pemda dan Bulog
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang turut hadir dalam panen raya ini, memberikan apresiasi atas keberhasilan JFK Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerahnya.
“Ini luar biasa! Kami di Pemda baru menargetkan 6 ton per hektare, tapi JFK sudah membuktikan bisa mencapai 12 ton. Ini benar-benar prestasi yang membanggakan,” ujar Bupati Lutra.
Ia juga memaparkan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Luwu Utara, dengan kontribusi 80 persen dari total mata pencaharian masyarakat. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,3 persen, sebagian besar berkat sektor pertanian. Kabupaten ini juga mengalami surplus beras sebesar 96 ribu ton, yang disalurkan ke daerah lain.
Saat ini, luas sawah di Luwu Utara mencapai 28 ribu hektare dengan luas tanam 47 ribu hektare. Produksi gabah mencapai 256 ribu ton, atau setara dengan 125 ribu ton beras. Dengan harga pembelian Bulog Rp6.500 per kg, nilai transaksi petani bisa mencapai Rp1,6 triliun.
Meski demikian, Bupati mengakui masih ada kendala yang dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan gudang penyimpanan dan mesin pengering (dryer).
Menanggapi hal ini, Dewan Pengawas Perum Bulog Frans B.M. Dabukke menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mendukung petani.
“Kehadiran Bulog di tengah petani merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo, yang ingin memastikan petani bisa sejahtera. Kami siap menyerap gabah petani dan akan membantu mendorong solusi terkait kebutuhan gudang dan dryer,” kata Frans.
Ia juga menyarankan agar Pemda mengajukan usulan pengadaan gudang dan dryer ke pemerintah pusat atau bekerja sama dengan pihak ketiga dengan sepengetahuan Bulog.










