Jelang Pemilu Serentak 2024, Fahri Hamzah : Jangan Sampai Ada Korban Jiwa

Jelang Pemilu Serentak 2024, Fahri Hamzah : Jangan Sampai Ada Korban Jiwa

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Jelang pemilu serentak 2024, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora, Fahri Hamzah khawatir pesta demokrasi berubah jadi pesta kematian.

Hal ini berdasarkan pesata demokrasi yang digelar serentak tahun 2019 lalu yang banyak menelan korban jiwa.

Fahri juga mengatakan pesta demokrasi itu bukanlah seperti yang diharapkan tetapi telah mencederai demokrasi di Indonesia.

"Kami juga mendorong supaya jadwal Pemilunya jangan dibikin serempak. Meskipun mungkin beberapa sudah diputuskan tapi kami khawatir pesta rakyat ini menjadi pesta kematian", ujar Fahri, dikutip dari Suara.com, Jum'at 4 Februari 2022.

Fahri meyarankan agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Ia mengatakan pesta demokrasi semacam prosesi-prosesi pembunuhan.

"Jangan sampai kita menyelenggarakan pemilu lagi yang bukan merupakan pesta ya, tetapi merupakan prosesi apa namanya seperti prosesi pembunuhan begitu banyak orang meninggal pada acara itu dan itu yang kami sayang kan itu," tuturnya, dikutip dari Suara.com.

Kendati demikian, harapan Fahri Hamzah pemilu 2024 menjadi pemilu yang penuh dengan kasih sayang, karena rencananya akan digelar pada 14 Februari 2024 bertepatan dengan hari Valentine.

Selain itu, Fahri khawatir beban bagi penyelenggara sangat besar sehingga menimbulkan masalah yang sangat serius.

Pemilihan serentak ini meliputi pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD, serta presiden-wapres, serta kepala daerah.

Sebelumnya, pada Pemilu 2019, terdapat ratusan petugas KPPS yang meninggal saat menjalankan tugas.