Terkini.id, Jakarta – Jejak Digital Presiden Joko Widodo tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) beredar melalui sebuah video di media sosial Twitter terkait pernyataan Presiden Jokowi mengenai BLT saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan pada saat menjabat sebagai presiden. Video yang beredar, terdapat perbedaan pernyataan mengenai BLT yang mengundang reaksi netizen.
Sehubungan dengan hal ini, masyarakat pengguna media sosial atau netizen menyebut jika Jokowi tidak konsisten dengan apa yang diucapkannya terkait dana BLT dan menjilat ludah sendiri.
Narasi sindiran netizen untuk Jokowi diposting melalui sebuah kolom komentar di media sosial Twitter pada akun @soeyoto1, sebagaimana dilihat pada, Selasa 5 April 2022.
Video yang berdurasi 1:21 detik tersebut dibagikan oleh akun @soeyoto1 yang telah mendapat ratusan komentar dari netizen.
“Jilat ludah sendiri. Manusia munafik ga punya malu. Rai gedek muka beton”, tulis netizen.

Dalam video itu, pada saat masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, Presiden Jokowi menyebut jika dia tidak menyetujui adanya BLT.
“Dari dulu memang tidak senang dengan adanya bantuan tunai. Kalau bisa bantuan itu diberikan untuk usaha-usaha produktif usaha-usaha kecil, usaha rumah tangga yang produktif. Dari dulu saya enggak setuju BLT, yang BLSM ini juga semuanya enggak”, kata Jokowi dalam video yang diunggah oleh akun @soeyoto1.
Selain itu, ada pula pernyataan Presiden Jokowi tentang BLT setelah menjabat sebagai presiden. Presiden Jokowi mengatakan BLT yang diberikan akan meringankan beban masyarakat dan bentuk BLT nya adalah minyak goreng.
“Untuk meringankan beban masyarakat pemerintah akan memberikan BLT minyak goreng. Bantuan itu akan diberikan untuk 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar bantuan pangan nontunai di BNT dan program keluarga harapan (PKH) serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan”, ujar Presiden Jokowi pada saat menjabat sebagai presiden.

Presiden Jokowi kemudian menyebutkan besaran jumlah BLT yang akan diberikan kepada para penerima bantuan yakni 100 ribu rupiah.
“Adapun bantuan yang diberikan sebesar 100 ribu rupiah setiap bulannya. Pemerintah akan memberikan bantuan tersebut untuk tiga bulan sekaligus yaitu April, Mei, dan Juni”, ujar Presiden Jokowi.










