Terkini.id, Jakarta - Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa-LAPAN) mencatat akan ada sejumlah fenomena langit selama pekan ini, pada 25-31 Oktober.
Menariknya, akan ada hujan meteor yang bisa disaksikan secara langsung dengan mata telanjang 25 Oktober nanti.
Tidak hanya hujan meteor, fenomena langit lain mulai dari Elongasi Barat Maksimum Merkurius dan Elongasi Timur Maksimum Venus yang sebagian dapat disaksiksikan di langit Indonesia.
Berikut sejumlah fenomena langit pada pekan ini yang dilansir dari CNN Indonesia:
1. Elongasi Barat Maksimum Merkurius (25 Oktober)
Fenomena ini merupakan konfigurasi ketika sudut apit yang dibentuk antara Merkurius, Bumi dan Matahari bernilai maksimum dan Merkurius terletak di sebelah barat Matahari.
Puncak Elongasi Barat Maksimum Merkurius terjadi pada 25 Oktober 2021 pukul 12.22 WIB/13.22 WITA/14.22 WIT dan dapat disaksikan dengan mata telanjang.
Peneliti Pussainsa-LAPAN, Andi Pangerang mengatakan bahwa sudut elongasi Merkurius-Matahari sebesar 18,4 derajat dan ketinggian Merkurius = 14,5 derajat ketika terbit Matahari.
"Merkurius berjarak 0,980 sa (146,6 juta kilometer) dari Bumi. Kecerlangan Merkurius -0,5 dengan iluminasi 55,8 persen (benjol awal) dan lebar sudut 6,82' ketika puncak fenomena berlangsung," tulis Andi seperti dikutip dari laman resmi LAPAN.
Fenomena ini terjadi rata-rata setiap 116 hari sekali, terakhir terjadi pada 6 Maret dan 5 Juli 2021, serta akan terjadi kembali pada 17 Februari dan 17 Juni 2022.
2. Puncak Hujan Meteor Leonis Minorid (25 Oktober)
Andi mengatakan Leonis Minorid adalah hujan meteor yang titik radialnya terletak di konstelasi Leo Minor, yang terletak di dekat konstelasi Leo.










