Meskipun tidak selalu mulus, tim asuhan Bernardo Tavares ini telah menunjukkan ketahanan dan kemampuan bertarung yang patut diperhitungkan.
Kehadiran pemain-pemain kunci seperti Everton Nascimento dan Wiljan Pluim menjadi modal utama dalam upaya mereka menembus final.
Meski demikian, PSM harus mewaspadai kekuatan CAHN FC. Tim asal Vietnam ini memiliki serangan yang tajam dan pertahanan yang solid.
Salah satu bintang mereka, Nguyen Quang Hai, dikenal sebagai gelandang kreatif yang mampu menciptakan peluang dari lini tengah.
Selain itu, lini belakang yang dikomandoi oleh Do Duy Manh juga menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
Yuran Fernandes sendiri menilai bahwa kedua tim memiliki peluang yang sama besar untuk melaju ke final.
“Saya pikir peluangnya seimbang, masing-masing 50 persen. Ini akan menjadi laga yang sulit, tetapi kami percaya diri bisa menang dan melaju ke final,” tambahnya.
Babak semifinal ini akan dimainkan dalam format dua leg. Setelah bertanding di Parepare, PSM akan menjalani laga tandang di markas CAHN FC pada 30 April 2025.
Hasil dari dua pertandingan ini akan menentukan siapa yang berhak melaju ke final dan berkesempatan mengangkat trofi bergengsi di level klub ASEAN.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, PSM Makassar berharap bisa mencetak sejarah dan membawa kebanggaan bagi sepak bola Indonesia.










