Jalan Antang Raya Rusak Parah, Danny Pomanto Minta PU Pastikan Jalanan di Makassar Bagus

Jalan Antang Raya Rusak Parah, Danny Pomanto Minta PU Pastikan Jalanan di Makassar Bagus

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Jalan Antang Raya yang berlokasi di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, mengalami kerusakan parah dan terus menuai sorotan.

Lubang yang menganga, aspal terkelupas, hingga genangan air bak kubangan kerbau menjadi pemandangan yang memprihatinkan.

Belum lagi, banyak kendaraan besar yang sering melintas. Beberapa pengendara bahkan sudah dilaporkan terjatuh di lokasi tersebut.

Kendati merupakan jalan provinsi, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar untuk memastikan tak ada ruas jalan di Makassar yang rusak, termasuk ruas Jalan Antang Raya.

"PU harus pastikan jalan di Makassar bagus. Seperti Jalan Antang, itu bisa diperbaiki sedikit-sedikit. Susah kalau harus saling tunjuk. Saya menderita kalau rakyat menderita begitu," ujar Danny Pomanto, Senin, 30 Mei 2022.

Ia mengatakan, kebocoran pipa PDAM sempat disebut-sebut sebagai penyebab kerusakan jalan tersebut tak benar. Pasalnya, setelah dilakukan pemeriksaan, hal itu tidak terbukti.

"Dulu kami gali di situ. Setelah kami scan, ternyata tidak ada kebocoran. Ada bukti scannya," kata Danny.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sudah pernah menambal beberapa bagian jalan yang berlubang. Namun aksi tambal sulam jalan itu nampaknya percuma.

Hal itu diakui salah salah seorang warga Kecamatan Manggala, Bara (25). Ia mengatakan perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara, bahkan, kondisi jalan justru semakin parah.

Ia mengaku perlu ekstra hati-hati saat melintas, apalagi saat hujan deras mengguyur.

Tak jarang, ia menemui sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) di lokasi yang membantu mengarahkan pengendara agar tidak melewati bagian jalan yang rusak parah.

"Kalau hujan deras pasti tergenang jadi lubangnya tidak kelihatan. Saking seringnya saya lewati, saya sampai tahu letak-letak lubang besar dan dalam bagian mana. Tapi kalo orang yang bru melintas dan tidak familiar dengan kondisi jalannya, pasti rawan sekali kecelakaan," tutur Bara.

Bara menyebut, Jalan Antang Raya menjadi akses utamanya saat berangkat dan pulang kerja. Dia bisa saja melalui Jalan Inspeksi Waduk Tugu Pampang dan ruas Jalan Hertasning. Namun, alasan keamanan jadi pertimbangan.

"Cuma kalo lewat Hertasning agak jauh mutarnya dan saya pulang menjelang tengah malam, jadi agak rawan. Tapi kalau urusan banjir, tidak tahu mau lewat mana, soalnya Hertasning dan Waduk juga sama-sama kena banjir," ungkapnya.

Bara berharap, pemerintah provinsi bisa menaruh perhatian penuh terhadap fasilitas umum tersebut. Jangan sampai, kata dia, menimbulkan dampak yang lebih parah di kemudian hari jika tidak segera ditangani.

"Saya dengar-dengar Pemprov baru janjikan perbaikan tahun depan. Padahal ini salah satu jalan protokol karena banyak menghubungkan jalan-jalan besar lain. Setiap hari selalu ramai bukan cuma pengendara motor dan mobil, tapi truk juga," bebernya.

"Jadi tolong, kalau bisa dipercepat perbaikannya. Kasihan, hampir setiap hari ada pengendara yang jatuh di situ," tukas Bara.