Jakarta Ricuh, Massa Aksi di Makassar Dapat Siraman Rohani dari Polisi

Jakarta Ricuh, Massa Aksi di Makassar Dapat Siraman Rohani dari Polisi

Ridwan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Aksi demonstrasi di berbagai daerah tak pernah sepi, mahasiswa tetap berusuara menyampaikan aspirasinya terkait RUU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan dan berbagai RUU lainnya yang dinilai tidak pro terhadap rakyat.

Terlihat beberapa pemberitaan di media, aksi demonstrasi mahasiswa masih diwarnai dengan kericuhan di kota-kota besar seperti di Jakarta, 30 September 2019 kemarin.

30 September kemarin terbilang aksi demonstrasi masif digelar di berbagai daerah, sebab diketahui merupakan rapat paripurna terakhir anggota legislatif DPR RI periode 2014-2019.

Walaupun demikian, berbeda dengan di kota-kota lainnya seperti di Makassar. Kemarin 30 September 2019 aksi demonstrasi berjalan dengan kondusif, beberapa foto yang tersebar di media sosial, peserta aksi terlihat bersahabat dengan aparat kepolisian.

[caption id="attachment_175792" align="alignnone" width="300"]Jakarta Ricuh, Massa Aksi di Makassar Dapat Siraman Rohani dari Polisi Peserta demonstrasi almamater merah dan oranye terlihat bersahabat dengan kepolisian (foto: Instagram Polrestabes Makassar)[/caption]

Bahkan beredar video yang memperlihatkan aparat kepolisian nasehati dan mengajak peserta aksi yang berada di depan Gedung DPRD Sulsel untuk menunaikan salat berjamaah.

[caption id="attachment_175793" align="alignnone" width="300"]Jakarta Ricuh, Massa Aksi di Makassar Dapat Siraman Rohani dari Polisi Saat anggota kepolisian memberikan nasehat dan meningkatkan waktu salat kepada peserta massa demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulsel sekitar pukul 18.00 Wita (salat magrib), Senin, 30 September 2019 (foto : Istimewa)[/caption]

"Mari saudara-saudara kita menuju masjid menunaikan ibadah, agar Allah SWT membantu kita, ayo semua mari kita salat," nasehat salah satu anggota kepolisian.

"Jangan kita runtuhkan ini agama, siapa yang meninggalkan salat maka dia runtuhkan ini agama," tegasnya.

Peserta aksi demonstrasi almamater merah itu, kompak berteriak 'betul' diringi dengan tepuk tangan sembari bergegas mempersiapkan diri untuk menunaikan salat berjamaah.