Jaga Produktivitas Petani, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Nonsubsidi di Indonesia Timur

Jaga Produktivitas Petani, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Nonsubsidi di Indonesia Timur

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat ketersediaan pupuk komersial atau nonsubsidi di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Melalui berbagai program promosi bagi distributor dan kios ritel, perusahaan memastikan petani tetap memiliki akses terhadap pupuk berkualitas.

General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, mengatakan bahwa wilayah Indonesia Timur yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Oleh karena itu, ketersediaan pupuk, baik subsidi maupun nonsubsidi, harus terus dijaga agar petani dapat meningkatkan produktivitasnya.

“Selain pupuk subsidi, kami juga berupaya senantiasa memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di kios-kios. Tujuannya untuk memudahkan petani yang tidak tercatat sebagai penerima subsidi dalam mendapatkan pupuk.

Dengan kemudahan akses ini produktivitas pertanian dapat terjaga, dan swasembada pangan pun dapat dilanjutkan,” ujar Wisnu di Makassar, Rabu (11/3/2026).

Menurut Wisnu, untuk memperkuat distribusi sekaligus menjaga ketersediaan pupuk nonsubsidi di kawasan tersebut, Pupuk Indonesia menggulirkan sejumlah program promosi. Program tersebut antara lain promosi distributor ritel, promo NPK, serta Program Gebyar Kios Hebat yang menyasar kios-kios ritel.

Pada periode Agustus hingga November 2025, program promosi distributor ritel berhasil mencatat realisasi penjualan pupuk ritel komersial sebesar 9.456 ton, meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Peningkatan tersebut didorong oleh kontribusi produk Urea sebesar 4.566 ton, disusul NPK sebesar 2.033 ton, serta SP-26 sebesar 1.470 ton.

Sementara itu, program Promo NPK yang digelar pada Desember 2025 juga menunjukkan hasil positif. Total realisasi penjualan NPK nonsubsidi mencapai 613 ton, meningkat 163 ton atau sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk dengan kontribusi penjualan tertinggi dalam program ini adalah NPK Phonska Plus dengan realisasi penjualan sebesar 498 ton.