Terkini.id, Jakarta - Mochamad Iriawan alias Iwan Bule selaku Ketua PSSI akhirnya buka suara terkait Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi pada bulan 1 Oktober 2022 lalu.
Semenjak Tragedi Kanjuruhan Malang terjadi, mantan petinggi Polri ini memilih untuk diam seribu bahasa.
Namun akhirnya Iwan Bule menceritakan bagaimana kondisinya ketika Tragedi Kanjuruhan Malang menjadi topik perbincangan di seluruh dunia.
Iwan Bule mengatakan bahwa selama ini dirinya merasa tertekan karena akibat dari Tragedi Kanjuruhan Malang yang merenggut ratusan korban jiwa.
“Saya juga wajarlah dalam kejadian itu [Tragedi Kanjuruhan] mental saya tertekan dari luar. Pastilah," ujar Iwan Bule, Rabu 2 November 2022.
"Tidak ada [tekanan dari pihak luar]. Kinerja tim media saya yang PSSI yang kurang. Saya kan harusnya proaktif ke sana ke sini," lanjutnya.
Lebih lanjut, Iwan Bule mengaku sedih dengan tragedi yang berlangsung pada saat dirinya menjabat sebagai Ketua PSSI.
"Saya sedihlah. Kok zaman saya ada begini," katanya.
Sebagai informasi, Tragedi Kanjuruhan Malang telah menelan korban jiwa sebanyak 135 orang.
Korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan kebanyakan berasal dari pendukung Arema FC.
Sementara itu, Tragedi Kanjuruhan Malang telah resmi termasuk dalam daftar kelam sepak bola dalam negeri dan dunia internasional.
Dampak dari Tragedi Kanjuruhan Malang ini, PSSI berencana untuk mengadakan Konferensi Luar Biasa (KLB) sebagai langkah untuk memperbaiki sistem sepak bola Indonesia.
Pada 31 Oktober 2022, PSSI sudah mengirimkan surat kepada FIFA untuk mengadakan Konferensi Biasa yang rencananya akan digelar pada 7 Januari 2023.
Sedangkan Konferensi Luar Biasa akan diadakan pada 18 Maret 2023.
Sumber: cnnindonesia.com










