Terkini.id, Jakarta – Demi keberlanjutan, perusahaan tambang yang beroperasi di Sulawesi Selatan, PT Vale Indonesia Tbk memperhatikan dengan baik komposisi karyawan yang bekerja di sektor-sektor dan divisi.
Vale adalah perusahaan terbuka dengan kode INCO, yang 43,79 persen sahamnya dipegang oleh Vale Canada Limited, 15,03 persen oleh Sumitomo Metal Mining Co Ltd, dan 20 persen oleh perusahaan BUMN Mind ID (Persero). Meskipun sebagian milik asing, Vale tetap memprioritaskan pekerja lokal.
CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy menyebutkan, sejak berdiri, PT Vale berkomitmen memberikan manfaat pada orang orang di wilayah operasional tambang. Ada 11.000 orang yang bekerja di Vale, baik itu sebagai karyawan PT Vale maupun pekerja pemasok atau mitra Vale.
Sebesar 87 persen dari pekerja tersebut berasal dari Kabupaten Luwu Timur dan daerah lain di Sulawesi Selatan.
Khusus pekerja yang menjadi karyawan Vale, Febriany mengungkapkan, jumlahnya ada 2.600 orang, dengan 99,7 persen adalah karyawan lokal. Sementara, pekerja ekspatriat, atau pekerja dari luar negeri, semua 0,2 persen.
“Hanya ada lima pekerja asing,” terang Febriany dalam suatu kesempatan berbincang dengan wartawan.
Ada alasan mulia di balik upaya Vale yang merekrut lebih banyak karyawan lokal, yang tidak terlepas dari prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (ESG) dan keberlanjutan.
Pekerja lokal, menurut Febriany, tentu punya niat untuk memperbaiki kampungnya. Pekerja lokal tidak mungkin akan merusak lingkungan yang juga kampung halamannya.
“Kita lebih baik mengembangkan local talent, karena itu kampung halaman mereka. Kalau itu kampung halamannya, maka itu akan dijaga dengan baik untuk jangka panjangnya,” terang Febriany lagi.
Dalam Laporan Keberlanjutan, PT Vale menyampaikan, perseroan rutin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memfasilitasi sejumlah karyawan untuk mengikuti pendidikan Program Studi Pendidikan Insinyur (PPI) di beberapa universitas, termasuk Universitas Hasanudin.
PT Vale memfasilitasi dan mendorong karyawan terkait untuk mengikuti Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP) dan Surat Tanda Registrasi Insinyur yang dilakukan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). PT Vale juga mendirikan Akademi Teknik Sorowako yang telah meluluskan 1.516 orang.
Vale memberikan kontribusi terbesar sektor pertambangan terhadap 44 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Luwu Timur.
Dukungan pada perekonomian lokal juga diwujudkan dengan hibah Bandara Sorowako kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, melalui penandatanganan Akta Pelepasan Bandara Bandara Sorowako pada 12 Mei 2022, oleh Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk kepada Gubernur Sulawesi Selatan.
Pengelolaan Bandara Sorowako oleh pemerintah daerah diharapkan akan mendukung industri pariwisata serta agrobisnis di Luwu Timur maupun Sulawesi Selatan.
Tak hanya komposisi karyawan lokal, Vale pun memperhatikan kontribusi kalangan perempuan untuk bergabung ke sektor pertambangan. Selain dipimpin oleh perempuan, Vale saat ini juga telah mempekerjakan 156 karyawan perempuan.










