Ini Alasan Kubu Moeldoko Khianati AHY dengan Kudeta Demokrat, Salim Said: Kesal AHY Dipaksakan Jadi Ketum

Ini Alasan Kubu Moeldoko Khianati AHY dengan Kudeta Demokrat, Salim Said: Kesal AHY Dipaksakan Jadi Ketum

Sukma A

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pengamat politik Prof Salim Haji Said mengungkapkan alasan mengapa pihak kubu Moeldoko berani melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Hal itu ia dapatkan setelah menanyakan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Salim Said mengungkapkan bahwa sebagian pihak tersebut merasa kesal saat AHY terpilih menjadi ketua umum yang kesannya terasa dipaksakan.

Hal itu diungkapkan oleh Salim Said dalam tayangan video saluran YouTube Karni Ilyas Club yang disiarkan pada Kamis, 11 Maret 2021.

Dalam video tersebut, Salim Said mengawali dengan menanggapi penuturan Gatot Nurmantyo yang mengaku pernah diajak dalam kudeta tersebut.

"Keterangan Gatot Nurmantyo itu mengatakan dia yang dihubungi untuk kasarnya kudeta. Jadi Gatot nolak alasan moral. Alasannya bagus, kemudian ternyata muncul Moeldoko," kata Salim Said, dikutip terkini.id, Jumat, 12 Maret 2021.

"Dugaan saya yang mula-mula didekati Gatot lalu mencari figur lain dapat Moeldoko. Kenapa terjadi? Ini kayak orang ramai mencari tokoh," lanjut Salim.

Dalam video itu juga Salim Said mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi pihak-pihak yang mendukung Moeldoko dalam KLB tersebut.

"Saya selidiki, saya hubungi orang-orang, jawaban mereka yang melakukan kudeta pertama SBY terhadap orang demokrat dan menjadikan anak ketua partai," ujarnya.

"Menurut orang-orang yang bikin KLB, caranya dibikin agar tidak terjadi kontroversi," sambungnya.

Selain itu, Salim Said juga mengatakan dalam hasil penyekidikannya ada beberapa pihak yang tidak suka dengan naiknya AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Salim Said kemudian menyinggung soal pangkat AHY yang belum setingkat jenderal namun sudah 'dipaksakan' untuk menduduki posisi itu.

"Kalau kita tahu sejarah, ini tidak istimewa, anak ketua partai, pendiri partai kalau disebut ya karena banyak orang bilang SBY bukan pendiri partai. Biar mereka debat," ujarnya.

"Tidak pernah menduga anak yang masih muda, tentara mayor, jadi ketum partai. Masalahnya (AHY) pangkatnya mayor ketika partai lain semua jenderal. Itu faktor diperhitungkan orang ini, mengapa kesal kok dipaksakan AHY menjadi ketua," kata Salim.

AHY merupakan sosok yang dikenal Salim Said saat masih taruna akademi militer di Magelang.

Menurut Salim, AHY adalah sosok yang pintar, baik, tetapi terkait kasus ini memang ada senior partai yang menyukseskan Partai Demokrat sehingga banyak protes bermunculan.