Terkini, Makassar – Ratusan penari dari berbagai daerah mengikuti Indonesia Menari 2025 dengan kampanye "Menari di Mall", di Trans Studio Mall (TSM) Kota Makassar, Minggu 12 Oktober 2025.
Sebanyak 750 penari yang terdiri dari 131 sanggar seni dari sejumlah daerah. Para peserta Indonesia Menari 2025 datang dari beragam latar belakang, mulai dari generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, hingga perwakilan sekolah dan universitas di seluruh Indonesia.
Dari ratusan komunitas dan grup tari yang tampil memukau, tiga kelompok berhasil menjadi pemenang di Makassar. Juara pertama diraih oleh Galactic Star asal Makassar dan berhak atas uang pembinaan sebesar Rp15 juta.
Juara kedua dimenangkan oleh Sanggar Avatar dari Nabire, Papua Tengah, yang mendapatkan Rp12,5 juta. Sementara juara ketiga ditempati oleh M2 Dancer dari Makassar dengan hadiah Rp10 juta
Selain Makassar, event ini juga digelar serentak di 9 kota lainnya secara serentak. Mulai dari Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Palembang, Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang.
Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel menjelaskan secara keseluruhan, total pendaftar mencapai 35.000 orang yang didominasi rentang usia 25-35 tahun sebanyak 42 persen.
Secara umum, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam komposisi demografi pendaftar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling menonjol adalah pada jumlah total pendaftar dan rentang usia yang semakin melebar, yakni dari 5 hingga 70 tahun.
“Peningkatan jumlah pendaftar ini dipengaruhi oleh pertambahan jumlah kota penyelenggara dari tahun ke tahun dan karena sudah banyak yang menantikan kembalinya diadakan kegiatan Indonesia Menari ini,” terang Billy Gamaliel.
Memasuki penyelenggaraan ke-10, Indonesia Menari tahun ini semakin istimewa karena sekaligus menjadi bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya.
Sejak dimulai pada 2012, Indonesia Menari konsisten menjadi wadah apresiasi tari Nusantara yang dikemas dengan format modern, segar, dan inklusif.
Tahun ini, Indonesia Menari hadir dalam bentuk tarian kelompok yang terdiri dari minimal lima orang dan maksimal tujuh orang yang bisa diikuti oleh siapapun tanpa batasan usia dan latar belakang.
Seluruh peserta diwajibkan menggunakan kostum bertema etnik modern dan membawakan koreografi tarian tersebut tanpa boleh diubah, tetapi untuk pola lantai dan komposisi dalam koreografi boleh dikembangkan oleh peserta.
Indonesia Menari 2025 hadir dengan koreografi khusus karya Bathara Saverigadi Dewandoro, seorang penari, koreografer, dan sutradara drama wayang. Ia adalah tokoh seni tari muda yang meraih juara di Indonesia Mencari Bakat dan meraih Gold Medals Cabor Traditional Dance Sport pada PON 2024 juga merupakan Art Director di Swargaloka Art.
Dalam karyanya, Bathara menonjolkan detail gerakan tangan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Koreografi tersebut diiringi medley 8 lagu daerah yang diaransemen modern oleh Alffy Rev, yaitu Sinanggar Tulo dari Sumatera Utara, Kicir-Kicir, DKI Jakarta, Cing Cangkeling Jawa Barat, Anging Mamiri Sulawesi Selatan, Rek Ayo Rek Jawa Timur, Indung-Indung Kalimantan Timur, Si Patokaan Sulawesi Utara, dan Rasa Sayange dari Maluku, yang menciptakan harmoni unik antara tradisi dan musik kontemporer.










