IMF Ungkap Krisis Sudah Lewat Tapi Bekas Lukanya Mengkhawatirkan, Hm Artinya Apa Ya!

IMF Ungkap Krisis Sudah Lewat Tapi Bekas Lukanya Mengkhawatirkan, Hm Artinya Apa Ya!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - IMF ungkap krisis sudah lewat tapi bekas lukanya mengkhawatirkan, mm artinya apa ya! International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan ekonomi global saat ini masih berhadapan dengan ketidakpastian, di tengah berkembangnya mutasi baru varian virus corona atau Covid-19 varian Omicron, sekaligus adanya disrupsi rantai pasok atau supply chain disruption.

Direktur Pertama Pelaksana IMF Geoffrey Okamoto menjelaskan, review pertumbuhan ekonomi terbaru telah dirilis pada Oktober 2021 dengan perkiraan mencapai 5,9 persen dan akan turun menjadi 4,9 persen pada tahun depan.

Okamoto mengungkapkan, koreksi pertumbuhan ekonomi global tersebut merupakan dampak dari melemahnya pertumbuhan ekonomi global pada kuartal tiga 2021 dari melemahnya kinerja ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Jadi ini merupakan cerminan dari melemahnya momentum dalam penyebaran virus yang terus berlanjut serta gangguan pasokan tambahan,” jelas Okamoto dalam video conference, Jumat 10 Desember 2021.

“Krisis ini kemungkinan akan memiliki bekas luka yang bertahan lama pada ekonomi dan kelompok yang rentan,” bebernya, seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Jumat 10 Desember 2021.

Oleh karena itu, ia mengingatkan dunia global masih dihadapkan pada ketidakpastian terlebih akibat munculnya varian baru Omicron yang telah menyebar ke berbagai negara, berpotensi menghambat pemulihan ekonomi di masa mendatang.

Virus Omicron, sebut Okamoto, telah meningkatkan ketidakpastian tentang jalur atau penyebaran virus Covid-19 yang lebih agresif. Sehingga dapat membenahi geliat aktivitas ekonomi di masa depan.

Okatomo sendiri mengapresiasi Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan Presidensi G20. Menurutnya, Indonesia yang telah mengambil tema 'recover together recover stronger' merupakan momen yang tepat untuk berbicara bagaimana warga dunia bisa pulih bersama dan pulih lebih kuat.

“Pandemi telah menunjukkan, kita terhubung dengan cara yang tidak sepenuhnya kita pahami atau hargai di masa lalu, itu telah sepenuhnya terbuka bagi dunia untuk diperiksa dan dipahami sekarang,” tegasnya.