Terkini.id, Jakarta – Terlibat berontak Houthi dengan pasukan pendukung pemerintah Yaman. Setidaknya 100 korban tewas dalam pertempuran di Kota Marib selama 48 jam terakhir.
Diketahui serangkaian serangan udara dari koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah menargetkan para milisi Houthi di Marib pada beberapa hari terakhir.
Dari 100 korban terdiri dari 48 milisi Houthi dan 32 tentara koalisi Saudi pendukung pemerintah Yaman.
Dilansir dari CNN, Kota Marib, sekitar 120 kilomter dari timur Ibu Kota Sanaa, terletak di persimpangan bagian selatan dan utara Yaman. Wilayah itu merupakan benteng terakhir pemerintah Yaman di utara negara tersebut.
Namun, media corong Houthu, Al-Masirah, melaporkan setidaknya ada 60 serangan udara yang dilakukan koalisi Saudi di Marib.
Ratusan milisi Houthi juga tewas awal September ini setelah kelompok itu menggempur Marib. Hingga Houthi sempat berupaya merebut Marib, ibu kota provinsi yang kaya akan minyak, pada Februari lalu, namun gagal melakukan apa yang diinginkan..
Sebab itulah, Houthi berupaya menguasai Kota Marib demi mengendalikan sumber daya minyak bumi. Sehingga dapat memperkuat posisi mereka dalam prospek perundingan damai.
Berdasarkan sumber dari militer dengan identitas anonim, Houthi terus merangsek dan kini sudah menguasai empat distrik, satu di Marib dan tiga di Shabwa.
Sementara itu, Tiga distrik di Shabwa telah ditaklukkan dalam pertempuran hanya dalam waktu satu jam, yang dilansir CNN
Konflik di Yaman sudah berlangsung sejak 2014 ketika pemberontak Houthi menguasai ibu kota negara itu, Yaman.
Pemberontakan yang dilakukan etnis dengan mayoritas aliran Syiah Zaydiah itu membuat Arab Saudi intervensi mendukung pemerintah Yaman.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai perang sipil di Yaman menjadi krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah.
Banyak pihak menganggap konflik sipil di Yaman ini merupakan perang proxy antara Saudi, yang mendukung Yaman, dan Iran, yang menyokong Houthi









