Hersubeno Arief Sebut Ferdy Sambo Harus Dihukum Berat: Beliau Itu Polisinya Polisi

Hersubeno Arief Sebut Ferdy Sambo Harus Dihukum Berat: Beliau Itu Polisinya Polisi

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kasus Irjen Ferdy Sambo yang masih dalam proses penyidikan Tim Khusus Polri serta status baru sang jenderal bintang dua yang dipecat dengan tidak hormat turut menyita perhatian Hersubeno Arief dan Rocky Gerung.

Diketahui sebelum sidang etik dilakukan, Irjen Ferdy Sambo telah memberikan surat pengunduran dirinya kepada Kapolri Listyo Sigit.

Dalam saluran YouTube pribadinya, Rocky Gerung menjelaskan bahwa Irjen Ferdy Sambo seharusnya dilarang untuk mengundurkan diri sebelum sidang etik dimulai.

Mantan Dosen Universitas Indonesia ini menilai Irjen Ferdy Sambo harus bertanggung jawab sampai akhir akibat dari perbuatannya yang melanggar hukum.

“Persidangan Pak Sambo ini banyak elemen, atau banyak variabel. Tadi soal kode etik itu lalu persoalan kriminalnya, itu soal lain. Tapi ada persoalan lain yang samar-samar orang lihat bahwa posisi seseorang dalam keputusan tertinggi harus bertanggung jawab sampai akhir, gak boleh mengundurkan diri. Itu terlarang,” ujar Rocky Gerung, dikutip dari wartaekonomi.co.id, Jumat 26 Agustus 2022.

Selanjutnya, Rocky Gerung berpendapat jika dilihat dari sisi etika, maka Irjen Ferdy Sambo harus bertanggung jawab penuh atas tindakannya.

“Etika itu sifatnya absolut, dan yang absolut itu tidak mungkin dicicil. Sekali dia bikin kesalahan etis, mau dia jendral mau dia kopral sama fungsinya untuk bertanggung jawab,” kata Rocky Gerung.

Selain itu, Hersubeno Arief menambahkan bahwa Irjen Ferdy Sambo harus dihukum seberat mungkin.

Hersubeno Arief menilai Irjen Ferdy Sambo yang merupakan seorang jenderal dan pernah menjabat sebagai Kadiv Propam layak memperoleh hukuman yang berat.

“Irjen Pol Ferdy Sambo dihukum harus sangat berat, karena beliau itu jenderal dan kepala divisi Propam, yang tugasnya utamanya adalah menjaga etikanya polisi. Bisa dibilang polisinya polisi,” pungkas Hersubeno Arief.