Hendropriyono Sebut Indonesia Diserang Ideologi Khilafah, Said Didu: Tuduhan untuk Tutupi Agenda Lain?

Hendropriyono Sebut Indonesia Diserang Ideologi Khilafah, Said Didu: Tuduhan untuk Tutupi Agenda Lain?

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengomentari Jenderal (Purn) AM Hendropriyono yang mengatakan bahwa Indonesia sedang diserang ideologi khilafah.

Said Didu mencurigai bahwa apa yang dilontarkan Hendropriyono itu hanyalah tuduhan untuk menutupi agenda lain.

"Tuduhan daur ulang, untuk menutupi agenda lain?" katanya melalui akun Twitter @msaid_didu pada Rabu, 19 Mei 2021.

Sebelumnya, Hendropriyono meminta agar masyarakat Indonesia tidak usah mengurusi masalah Palestina dan Israel.

Menurut mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) itu, masyarakat lebih baik mengurusi negara sendiri yang kini juga menghadapi berbagai masalah.

"Palestina dan Israel bukan urusan kita (Indonesia), melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi. Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita," kata Hendropriyono pada Selasa, 18 Maret 2021, dilansir dari Berita Satu.

Salah satu masalah yang ia soroti yakni bahwa Indonesia tengah diserang oleh ideologi khilafah.

Hendropriyono menyampaikan keprihatinannya itu di depan sesama anggota Kerukunan Keluarga (KEKAL) Akmil 1967.

“Untuk nasib bangsa kita, saya mohon KEKAL Akmil 1967 tidak diam saja, tapi mikir, ngomong dan berbuat sebisanya. Negara kita sedang diserang oleh pemikiran ideologi khilafah,” katanya.

Hendropriyono lantas mengajak masyarakat Indonesia untuk merapatkan barisan dan membela bangsa sendiri.

“Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina,” ungkapnya.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu menuturkan bahwa ia tidak mau Indonesia menjadi hancur akibat propaganda kaum yang ingin menghancurkan NKRI dengan mengatasnamakan agama.

“Saya mohon para sobatku yang tercinta bergandengan tangan dengan saya melawan pikiran penganut ideologi-ideologi asing yang sesat itu," kata Hendropriyono.

"Mereka orang yang terbawa arus sampai lupa diri, lupa anak, lupa cucu, untuk hari depan mereka,” tambahnya.

Hendropriyono juga mengajak untuk melawan narasi orang-orang yang menyebarkan ideologi khilafah dan ideologi lainnya.

“Lawan. Jangan takut. Jangan juga diam saja. Karena diam berarti melakukan pembiaran. Dan, itu adalah kejahatan juga. Disebut sebagai crime of omission, yakni kejahatan karena membiarkan orang melawan negara, bangsa kita sendiri,” tegasnya.