Terkini.id, Jakarta - Dua orang ibu-ibu berbincang-bincang soal pencabutan izin ACT oleh Kemensos, mereka marah atau tidak setuju dengan keputusan itu.
Sebagaimana diwartakan bahwa izin ACT dicabut Kemensos beberapa waktu lalu, sehingga lembaga itu tidak dapat lagi menghimpun dana umat atau donasi.
Kebijakan itu dilatar belakangi oleh dugaan kasus penyelewengan dana ACT yang didorong dengan fakta-fakta yang diakui adanya, seperti fasilitas mewah bagi petinggi dan gaji fantastis.
Meski begitu ternyata tidak semua pihak setuju dengan pencabutan izin ACT itu, dua orang ibu-ibu dalam video itu justru malah membandingkan ACT dengan partai PDIP.
Video itu diunggah oleh akun twitter @L3laki_5uny1 sebagaimana dilansir Terkini.id pada Jum'at, 8 Juli 2022.

"Setuju ga sih sampai organisasi ini dibubarkan? Sementara ada partai-partai yang terindikasi sangat korupsi bahkan oleh beberapa pihak disebut terkorup," ujar salah satu ibu dalam video tersebut.
"Contoh ya PDIP misalnya, ada 11 dari kadernya yang korupsi, itu tidak pernah dilakukan apa-apa," ujar ibu itu menegaskan.
Kemudian seorang ibu lainnya menjawab dengan berpendapat bahwa penguasa sudah bertindak otoriter, dengan langsung membubarkan tanpa mendengarkan kritikan.
Dilanjutkan dengan ibu yang pertama berpendapat bahwa ACT punya peran penting sehingga harusnya tidak dibubarkan.
Dirinya juga menyampaikan soal isu 6 rekening dibekukan, menurutnya itu juga berdampak negatif terhadap peran baik organisasi ACT.
"Efek daripada pembekuan itu organisasi yang tadinya sudah secara reguler memberikan bantuan, bagaimana nasibnya?!," ujarnya dengan tegas.
Selain membagikan video itu, sang pengguna twitter juga menuliskan cuitan yang menyinggung pencabutan izin ACT.
"Ribut Soal ACT, kok Jadi lupa dengan Kasus Madam Bansos fan Korupsi Lainnya," tulis sang pegiat twitter yang unggah video itu.










