Terkini.id, Jakarta- Dalam acara Malam Ramah Tamah Jakarta E-Prix 2022 yang bertempatan di balai kota DKI Jakarta pada Jumat 24 Juni 2022, Anies Baswedan turut mengundang beberapa pihak salah satunya Ruli Renaldi yang berprofesi sebagai tukang bakso.
Dilansir dari Detik.com dalam acara konferensi pers, Anies Baswedan sempat memperkenalkan Ruli yang menjadi salah satu dari banyak pelaku UMKM dan ikut berpartisipasi berjualan selama acara Formula E berlangsung.
"Kami secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Sahroni dan seluruh timnya dan juga di samping saya adalah Pak Ruli Renaldi. Pak Ruli Renaldi adalah pengusaha Bakso Bakwan Aroma Soan, yang kemarin ikut berpartisipasi," ucap gubernur DKI Jakarta tersebut.
Dalam acara Formula E banyak para pelaku UMKM yang turut serta berpartisipasi. Para UMKM yang terlibat tak hanya berasal dari Jakarta saja melainkan dari luar kota pun ikut hadir.
"Karena Formula E kemarin adalah Formula E pertama yang secara khusus memberikan tempat kepada UMKM di berbagai tempat belum pernah terjadi. Nah, kegiatan Formula E bukan saja dinikmati penonton dari jauh, penonton tengah dan besar, tapi juga pelaku ekonomi kecil mikro bahkan ultra mikro. Kemarin datang dari Jakarta dan 12 provinsi di seluruh Indonesia," tutur Anies.
Tidak hanya itu saja, Ruli Renaldi pun mengungkapkan rasa senangnya karena usaha kecilnya dapat digunakan berjualan di acara Formula E. Ia juga sempat mengatakan harapannya bahwa dalam acara ini para pelaku UMKM dapat bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi.
"Harapan kami dengan berlalunya masa pandemi ini, UMKM bisa bangkit dengan kerjasama dan bantuan dari Jakpreneur. Harapan saya buat UMKM jangan berhenti bermimpi, tetap berkreasi bismillah dengan niat dan kreativitas kita, kerja sama dengan Jakpreneur kita bisa tumbuh bersama," ujarnya.
Mendengar kejadian tersebut, Minggu 26 Juni 2022 sontak sekretaris jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan pendapatnya. Sebelumnya ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sempat viral karena pernyataannya yang dianggap merendahkan profesi tukang bakso.
Hasto Kristiyanto mempertanyakan tujuan Anies Baswedan mengundang tukang bakso tersebut. Ia juga mengungkapkan tindakan Anies tersebut merupakan contoh dari politik yang tidak mengakar.
"Ya seinget saya Pak Anies itu jadi gubernur sudah sejak tahun 2018. Jadi kenapa baru sekarang bertemu dengan para tukang bakso? Jadi itulah sebagai contoh ketika politik tidak mengakar sehingga terlambat untuk bertemu dengan rakyat kecil," ucap Hasto Kristiyanto.










