Lebih lanjut, momentum Syawal dimaknai sebagai titik awal untuk melangkah lebih jauh.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota menjadikan kebersamaan sebagai energi kolektif dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi ruh PALASARA.
“Mari kita jadikan momen ini untuk mempererat kekompakan dan menyatukan langkah dalam melestarikan nilai-nilai adat dan budaya sekaligus mempererat persaudaraan,” tegasnya.

Di balik suasana penuh kehangatan, tersimpan pula agenda strategis organisasi. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan datang disebut menjadi momentum penting dalam menyempurnakan aturan organisasi serta memperkuat sistem kerja yang lebih efektif dan terarah.
“Program organisasi harus berjalan on the track, sehingga membutuhkan konsentrasi, penyempurnaan, dan finalisasi yang baik serta sinergi seluruh pengurus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ir. Andi Rusli Moenta, menilai Halalbihalal sebagai ruang yang lebih personal untuk mempererat hubungan dan membuka kembali komunikasi yang mungkin sempat berjarak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap segala khilaf dan kesalahan dapat saling dimaafkan, sehingga kebersamaan menjadi semakin kuat, solid, dan penuh keberkahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak hanya lahir dari keputusan besar, tetapi juga dari komunikasi yang hangat, rasa saling menghargai, serta keikhlasan dalam bekerja bersama.
Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Mewakili panitia, kami menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan. Halalbihalal ini menjadi pengingat bahwa menjaga silaturahmi berarti menjaga fondasi organisasi,” tandasnya.










