Ia menyebut kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat kolektif dalam menjaga warisan budaya. Disampaikan pula bahwa budaya merupakan jati diri yang harus diwariskan secara berkelanjutan.
“Budaya adalah jati diri kita. Karena itu, nilai-nilai budaya harus terus ditanamkan kepada generasi penerus,” disampaikan dalam forum tersebut.
Peran Perempuan sebagai Pilar Budaya
Perwakilan Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai tanggung jawab bersama lintas generasi.
“Budaya yang diwariskan oleh leluhur adalah fondasi penting bagi generasi ke depan. Nilai-nilai itu harus terus kita jaga dan hidupkan kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis perempuan sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter generasi.
“Perempuan memiliki peran penting sebagai teladan, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Dari merekalah nilai-nilai budaya pertama kali diajarkan,” tambahnya.
Budaya sebagai Identitas di Tengah Modernisasi
Dalam era globalisasi dan digitalisasi, budaya dinilai harus tetap menjadi landasan utama. Kemajuan teknologi tidak boleh menggerus identitas, melainkan harus berjalan selaras dengan penguatan nilai tradisional.
“Teknologi boleh maju, tetapi tanpa budaya yang kuat, kita akan kehilangan jati diri,” tegasnya.
Sejarah panjang Makassar yang berakar dari kejayaan kerajaan-kerajaan besar menjadi bukti bahwa budaya merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.










