Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie.
Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya.
“Perusahaan perlu memilah dengan jelas tantangan apa yang perlu diselesaikan dengan AI dan mana yang tidak, menentukan waktu adopsi yang tepat, serta menyiapkan talenta yang mampu menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, setiap adopsi AI perlu tetap menjaga humans in the loop dalam prosesnya,” kata Stella Christie.
Ia menambahkan, keterlibatan manusia tetap diperlukan untuk memahami konteks, mengevaluasi hasil, dan memastikan pemanfaatan teknologi tetap relevan dengan kebutuhan bisnis.
Sementara itu, Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan peluang pertumbuhan bisnis masih terbuka lebar meski tantangan semakin kompleks. Namun, perusahaan dituntut untuk mengelola pertumbuhan dengan pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data.
“Pertumbuhan ke depan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang lebih tepat dan alokasi sumber daya yang lebih presisi, sekaligus execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas, visibilitas, kontrol, serta pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Neneng.
Menurut Neneng, Grab Business Forum 2026 diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi para pelaku usaha dalam menerjemahkan strategi pertumbuhan menjadi hasil yang terukur dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menjelaskan bahwa banyak perusahaan sebenarnya telah memiliki strategi pertumbuhan yang kuat, tetapi masih menghadapi kendala dalam proses operasional sehari-hari.
“Grab For Business kami rancang sebagai platform layanan B2B yang membantu perusahaan mengelola kebutuhan operasional harian, mulai dari transportasi karyawan, perjalanan bisnis, business meals, hingga pengantaran, secara lebih terstruktur dan terukur,” ujarnya.
Roy menambahkan, sistem yang terintegrasi memungkinkan perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih baik, kontrol yang lebih kuat, serta proses yang lebih otomatis sehingga dapat mempercepat eksekusi bisnis.










