Terkini.id, Jakarta – Kubu Moedoko menanggapi tudingan Gerald Piter Runtuthomas yang mengaku sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang bahwa pentetapan Moeldoko sebagai Ketua Umum memiliki kejanggalan karena dilakukan secara terburu.
Kesaksian Gerald membuat Hencky Luntungan, salah satu penggagas KLB Demokrat Deli Serdang berang.
Hencky mengklaim bahwa ia tidak tahu siapa Gerald dan menuding bahwa ia adalah seorang penyusup.
Hencky juga menyinggung bahwa pihak-pihak Partai Demokrat dari kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semua pembohong.
"Saya ada di situ kok. Itu Gerald itu siapa? Makanya kalau ada yang begitu-begitu suruh ketemu saya, bilang nggak usah bawa bohong-bohong. Sudah SBY bohong, anaknya bohong, Andi bohong, disusupi orang jadi pembohong lagi,” kata Hencky pada Selasa, 9 Maret 2021, dilansir dari Detik News.
“Makanya saya selamatkan partai ini agar tidak jadi partai pembohong," lanjutnya.
Hencky juga menantang agar Gerald menemuinya sebab ia mengklaim semua hal sudah terekam secara digital.
“Ya disusupi, ya supaya lihat bener nggak. Setelah bener, dia keluar, bohong. Nah ini kan pembohong. Siapa Gerald itu, suruh ketemu saya, suruh telepon saya, nggak usah bohong lah," tegasnya.
"Itu jejak digital semua televisi itu syuting kok. Jangan lah bohong-bohong begitu, nggak bagus loh. Sudah orang tua kok jadi pembohong," sambungnya.
Terkait penetapan Moeldoko yang dinilai ganjil, Hencky menjelaskan bahwa perolehan suara yang diraih memang lebih tinggi yaitu 92 persen dibanding Marzuki Ali yang mendapat 88 persen.
"Makanya kan saya langsung memberikan statement bahwa ini dia posisi sudah lah 92 lawan 88, 92 persen, 88 persen. Pak Marzuki 88 persen," ungkapnya.
Sebelumnya, Gerald yang mengaku hadir di KLB Deli Serdang memang membeberkan beberapa hal.
Pertama, ia mengklaim bahwa ia dijanjikan mendapat uang Rp 100 juta jika ikut menghadiri KLB Deli Serdang.
Ia juga mengklaim bahwa proses KLB sangat rancu, terutama pemilihan Ketua Umum.
"Yang menjadi rancu dalam proses KLB ini yaitu pemilihan ketua umum," ungkap Gerald pada Senin, 8 Maret 2021, dilansir dari Detik News.
Gerald menceritakan bahwa awalnya Jhoni Allen sebagai pimpinan sidang KLB bertanya kepada peserta siapa sosok yang cocok menjadi ketum versi KLB Deli Serdang.
Kemudian, para peserta meneriakkan dua nama, Moeldoko dan Marzuki Alie.
Jhoni Allen lalu kembali bertanya ke peserta terkait siapa di antara kedua calon tersebut yang layak menjadi ketum.
"Tiba-tiba Pak Jhoni Allen langsung mengetuk palu bahwa yang terpilih ketum dalam kongres luar biasa ini adalah Pak Moeldoko," sambung Gerald.
Kejanggalan lain mengenai KLB Deli Serdang menurut Gerald yakni soal keanggotaan Moeldoko yang tidak terdaftar sebagai anggota ataupun kader Demokrat,
"Sekarang pertanyaan, KTA Pak Moledoko ini siapa yang tanda tangan. Kan harus ditandatangani Ketum," ujarnya
"Nah, sekarang Pak Moeldoko dinyatakan sebagai anggota Partai Demokrat, KTA-nya mana, nomor KTA-nya berapa? Tidak ada. Terus dipilih sebagai ketum. Ini kan aneh," imbuhnya.










