Terkini.id, Bantaeng- Inisatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar aksi nyata peduli korban banjir Kabupaten Bantaeng dan longsor Kabupaten Jeneponto. Tim penyalur bantuan IZI tidak hanya membawa bantuan berupa 69 paket sembako, tetapi juga menyalurkan bantuan dari IKA MTsN Model Makassar sebanyak 50 paket peralatan dapur dan Komunitas Salimah sebanyak 5 dus pakaian layak pakai.
Penyaluran bantuan yang dilakukan pada Jumat, 19 Juni 2020 di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto yang mengalami banjir bandang dan longsor. Tim penyalur bekesempatan bertemu langsung dengan korban yang rumahnya hancur diterjang longsor dan keluarga korban yang meninggal akibat bencana tersebut.

Menurut warga sekitar, kronologi bencana yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 9 itu berlangsung singkat dan tidak terduga. Diawali dengan meluapnya air sungai dan longsonr yang tiba-tiba terjadi di daerah perbukitan di sekitar permukiman warga.
Selain di Kabupaten Jeneponto, tim penyalur bantuan juga berhasil menjangkau korban banjir di titik yang sama sekali belum tersentuh bantuan di Kabupaten Bantaeng. Lokasi tersebut adalah kawasan Sassayya, Keluraban Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Tidak kurang dari 30 keluarga menjadi korban banjir tersebut. Menurut keterangan warga pada hari kejadian banjir, ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Ustaz Ilyas, koordinator penyaluran lapangan menjelaskan bahwa kejadian banjir di kawasan tersebut terjadi pada saat setelah shalat magrib menjelang isya. "Air memang sudah naik setinggi mata kaki saat hujan tidak berhenti. Tapi tiba-tiba kami dengar suara aliran air yang sangat deras dan kejadiannya cepat sekali sampai akhirnya air setinggi dada. Makanya tidak ada warga yang sempat menyelamatkan barang-barang berharga bahkan hanya memakai pakaian di badan," terang Ilyas.
Sarmini, salah satu korban banjir yang berdampak paling parah di kawasan Sassayya berkata tidak sempat menyelamatkan apapun saat banjir terjadi. "Waktu banjir, rumah saya hancur setelah diterjang arus yang membawa batang-batang pohon besar dan rumah saya jadi berlubang sangat besar. Sehingga saya kehilangan tiga buah kasur dan lemari yang hanyut dibawa banjir. Semua surat-surat penting, termasuk ijazah anak-anak saya juga terbawa banjir. Kami juga di sini belum mendapatkan bantuan sejak hari kejadian banjir tersebut," ungkap Sarmini.
Tidak ada korban jiwa di kawasan tersebut. Pada saat tim penyaluran datang ke lokasi, lumpur masih tampak menggenang setinggi mata kaki. Di kawasan yang berkontur tanah cukup tinggi ini, tak satupun rumah warga yang luput dari rendaman banjir.
Selain kawasan Sassayya, tim penyalur bantuan IZI juga menyasar kawasan Be'lang, Jl. T.A.Gani, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sebanyak sepuluh keluarga menjadi korban. Serupa dengan kejadian di kawasan Sassyya, banjir juga menggenang hingga setinggi dada orang dewasa dan menyisakan lumpur setinggi betis orang dewasa.

Ja'bar Ketua ORW 2 turut serta mendampingi pnyaluran bantuan yang dilakukan. "Terima kasih IZI sudah jauh-jauh datang ke Bantaeng untuk menyalurkan bantuan untuk kami. Ini bentuk kepedulian yang kami hargai," tutup Ja'bar.










