Terkini.id, Jakarta - Pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi kabar yang menyebut warga Desa Wadas enggan memaafkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantaran mereka merasa disiksa oleh aparat keamanan.
Soal sikap warga Wadas yang tak memaafkan Ganjar Pranowo itu, Rocky pun mempersilakan publik menilai hal tersebut apakah mereka mau percaya dengan testimoni warga atau keterangan dari pemerintah soal insiden Wadas itu.
Terkait hal itu pula, Rocky Gerung menyindir sikap Menkopolhukam Mahfud MD yang dengan tegas tidak ada kericuhan dalam peristiwa Wadas itu.
Hal itu disampaikan Rocky lewat videonya yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official, seperti dilihat pada Kamis 10 Februari 2022.
"Itu kesaksian warga, tinggal kita percaya warga atau keterangan pers Pak Mahfud, kan dia bilang nggak disiksa, mereka (warga yang ditangkap) bahkan dikasih main bilyar," ujar Rocky.
Menurutnya, sikap pemerintah yang kukuh mengatakan bahwa di Desa Wadas tidak terjadi kekerasan aparat adalah upaya untuk menunggalkan narasi.
"Jadi pemerintah ini sedang mengendalikan isu, seolah-olah di situ tidak ada wartawan asing dan wartawan lokal. Sementara kita semua tahu peristiwa itu, tapi yang diperlihatkan kan ini menghinakan, seolah seolah nggak ada apa-apa," tuturnya.
Oleh karena itu, bagi Rocky Gerung, Mahfud dalam konferensi persnya telah menunjukkan narasi di luar pemerintah yang tidak valid. Makanya, Mahfud melabeli informasi yang beredar di media sosial itu adalah hoax.
"Ini Mahfud konferensi pers, dia hindari wartawan, takut ada pertanyaan. Jadi ngapain bikin pers rilis kalau tidak ada pertanyaan, itu artinya Mahfud menyimpan sesuatu dan dia menyimpan ketakutan dia sendiri," kata Rocky.
Mengutip Hops.id, Rocky Gerung juga mempersoalkan sikap Ganjar Pranowo yang pada Selasa lalu meminta warga Wadas tidak perlu takut dengan datangnya banyak polisi.
"Itu Ganjar artinya nabung kendunguan, karena nggak ngerti semua orang kini punya kamera, baik LBH dan lainnya," ujarnya.










