Terkini.id, Jakarta – Calon Presiden dari PDIP Ganjar Pranowo dinilai tidak percaya diri sebagai capres tanpa adanya dukungan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Asumsi ini dikeluarkan oleh Wartawan Senior Hersubeno Arief dalam perbincangannya dengan pengamat politik Rocky Gerung. Menanggapi hal ini, sang pengamat menyebut jika ada ketegangan politik dari dalam partai.
Rocky Gerung dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya mengatakan jika Ganjar kehilangan otonominya, sementara itu Presiden Jokowi juga memiliki ketergantungan dengan Megawati.
“Saya melihat ini bung Rocky ya kayanya diam-diam ini ya Ganjar ini tidak cukup PD (Percaya Diri) maju Nyapres ni tanpa bukan hanya Ganjar saya kira PDIP juga tidak cukup PD tanpa Pak Jokowi gitu ya”, tanya Hersubeno Arief kepada Rocky Gerung seperti dilansir dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu 14 Mei 2023.
“Kalau Ganjar ini kan hasil tukar tambah antara dua makna. Itu bahayanya Ganjar dia kehilangan otonomi tu. Dia tahu bahwa dia diasuh oleh Jokowi tapi dia perlu legitimasi 20 persen dari Megawati di situ dilemahnya tu”, jawab Rocky Gerung.
Sementara itu, Rocky Gerung juga menyebut jika Megawati sebagai Ketua Umum (Ketum) PDIP juga akan merasakan bahwa tanpa Jokowi suara Ganjar Pranowo tidak akan tercapai sesuai dengan keinginan sehingga dia menyebut ada ketegangan politik antara Jokowi dan Megawati.
“Sementara Jokowi juga tahu bahwa ibu Mega kalau nggak ada say aitu juga bisa nggak nyampe tu suara Ganjar. Jadi tetap ketegangan politik antara Mega dan Jokowi kan cuman itu masalah kita tuh”, ujarnya.
Melihat dari segi presidensialitas, postur Ganjar Pranowo disebut sudah lemah. Hal ini juga disebut sebagai jebakan yang dibuat oleh Jokowi dan Megawati sehingga dalam menghadapi politik internasional Ganjar Pranowo diharapkan dapat mengambil sikap.
Dengan adanya hal ini, Rocky Gerung juga menyebut jika sangat terlihat suasana batin Ganjar bukan menunjukkan bukan suasana hati seseorang yang memiliki otonomi sehingga nantinya akan mempengaruhi citra politik luar negeri.
“Nah kalau kita lihat dari segi presidensial postur sebagai presiden Ganjar dari awal udah lemah. Kan bagaimana kita mau membayangkan dalam politik internasional misalnya Ganjar masuk dalam jebakan seperti dia dijebak oleh Megawati dan Jokowi kan dia musti ambil sikap itu”, lanjut Rocky Gerung.

“Jadi terlihat betul bahwa suasana batin Ganjar itu bukan suasana seorang presiden yang punya otonomi kan nah itu yang akan menimbulkan juga citra di luar negeri bagaiman investor mau datang kakau calon presidennya atau setelah jadi presiden dia nggak punya great untuk dirinya sendiri nah watak ini adalah watak Ganjar”, jelas Rocky Gerung.
Menurut Rocky Gerung jika Ganjar maju sebagai Capres hal yang semestinya dilakukan adalah meminta dukungan langsung kepada Jokowi bukan hanya menunggu untuk mendapatkan dukungan dari Presiden.
“Lain kalau Ganjar tetapkan bahwa oke sekarang saya di PDIP saya minta kepada Pak Jokowi mendukung di aitu. Bukan dia yang nunggu didukung oleh Pak Jokowi. Bilang aja supaya jelas”, ujarnya.










