Terkini.id, Makassar - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Makassar (UIM), terus melakukan inovasi dan kreatifitas dalam mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan NOMOR 754/P/2O2O.
IKU yang dimaksud adalah IKU 4 dengan membangun kemitraan dengan orang di luar negeri.
"Upaya-upaya terus kita lakukan dalam upaya mencapai IKU yang tekah ditetapka Kementerian, oleh karena itu, kita harus menyambut program itu sebagai implementasi dari kebijakan Pendidikan di Indonesia dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," jelas Dekan FKIP, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D Selasa 9 Maret 2021 menjelang kuliah Pakar.
Selain itu, Badaruddin yang membina empat program studi yakni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Ingris, PGSD, dan PG-PAUD ini menuturkan bahwa dengan adanya kegiatan kuliah pakar yang dilakukan FKIP UIM bekerjasama dengan pakar pendidikan dari Universiti Utara Malasyia, para dosen dilingkup FKIP UIM terus melakukan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan pembelajaran daring dalam mengatarkan mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran mata kuliah yang diharapkan.
"Kita dapat menyaksikan trik pengajar yang ada di negeri jiran bagaimana mengatasi masalah pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai bentuk media daring, sehingga materi materi yang disampaikan sampai kepada peserta didik," ungkap Doktor Alumni Malasyia ini.
Pada kesempatan itu, Rektor Uinversitas Islam Makassar, Dr. A. Majdah M Zain Mengatakan, sangat mendukung kegiatan kuliah Pakar yang dilakukan FKIP UIM.
"Dengan adanya masa pandemik, kita berharap dosen melakukan inovasi baru dalam mengatasi masalah pembelajaran, walaupun kita menyadari dengan adanya masa pandemik sekarang membuat kita terbiasa dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi,"
terang Majedah.
Pada kesempata Kuliah Pakar tersebut, Dr Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri mengatakan dengan adanya kondisimi covid maka diharapkan guru dan dosen diharapkan mengubah tantangan menjadi peluang, sehingga inovasi-inovasi pembelajaran terus dilakukan oleh guru dan dosen dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
"Krisis global akibat penularan wabah Covid-19 bukan saja menyebabkan pembelajaran dan pengajaran secara konvensional tertangguh, bahkan menjadikan tugasan guru semakin mencabar," jelas Guru Besar Universiti Utara Malasyia.










