Pelaku Penyerangan Sekret FKIP Seni Rupa Unismuh Disebut Orang Dalam

Pelaku Penyerangan Sekret FKIP Seni Rupa Unismuh Disebut Orang Dalam

HZ
Isak Pasabuan
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Polsek Rappocini Makassar sedang mengejar terduga pelaku pengrusakan dan penganiayaan di salah satu sekretariat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Pelaku sendiri diduga orang dalam.

Kejadian yang berlangsung, Rabu 8 September 2021 dini hari menyebabkan barang-barang inventaris milik jurusan rusak, termasuk satu mahasiswa juga dikabarkan menjadi korban penganiayaan. Mahasiswa yang menjadi korban mengalami luka pukulan pada bagian tubuh belakang.

Pelaku Penyerangan Sekret FKIP Seni Rupa Unismuh Disebut Orang Dalam
Kapolsek Rappocini, Kompol Syamsuddin

Kaca sekretariat yang bertuliskan Studio Patung tersebut juga pecah. Lukisan-lukisan yang dipajang juga berserakan usai penyerangan.

"Polisi sudah olah tempat kejadian perkara (TKP), semoga secepatnya terungkap apa sebenarnya yang terjadi," Kata Kapolsek Rappocini, Kompol Syamsuddin pada terkini.id. Kamis 9 September 2021.

Pelaku yang langsung buron usai melakukan pengrusakan dan penganiayaan terus dikejar. Saat polisi tiba di lokasi, pelaku disebut telah melarikan diri.

Pelaku yang masih belum diketahui indentitasnya itu diduga masih bagian dari mahasiswa Unismu Makassar, alias orang dalam.

"Korban ini berada di sekret, kemudian yang diduga pelaku itu masuk ke dalam lalu membuat perasaan tidak enak sesuai dengan yang dilaporkan di polsek Rappocini. Menurut korban, pelaku temannya juga. Sama-sama mahasiswa Unismu juga," sebutnya.

Kasus ini masih terus didalami pihak Polsek Rappocini, mengingat pelaku belum juga ditemukan, Syamsuddin masih irit bicara.

Terpisah, Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib mengaku kecewa atas insiden yang terjadi itu. Ia mengecam keras pelaku pengrusakan itu.

"Kami serahkan ke pimpinan universitas untuk penanganannya. Saya juga belum tahu secara pasti kronologisnya," ucap Erwin.