Festival Budaya 2025: Ketika Generasi Baru Menyatu dalam Irama Tradisi

Festival Budaya 2025: Ketika Generasi Baru Menyatu dalam Irama Tradisi

HZ
Fitriyani Suhasti
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Dari lantunan musik daerah hingga tarian penuh warna, Festival Budaya 2025 di Benteng Rotterdam mengajak masyarakat meresapi semangat tradisi dan kebersamaan lintas generasi. Festival Budaya 2025 kembali hadir di Benteng Rotterdam, Makassar, dengan mengusung tema “Semangat Tradisi Lintas Generasi.” Acara ini menjadi ruang bagi para pencinta seni dan generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya yang terus hidup di tengah modernitas.

Diselenggarakan pada 10–12 Oktober 2025, festival ini menampilkan beragam kegiatan menarik seperti bioskop budaya, pertunjukan seni, serta pameran karya lintas generasi. Selama tiga hari penuh, pengunjung disuguhkan ragam seni dan budaya yang memperlihatkan kekayaan identitas Sulawesi Selatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Bapak Sinatriyo Danuhadiningrat, S.S, dan dihadiri oleh banyak pengunjung dari berbagai daerah. Malam pembukaan dimeriahkan oleh penampilan dari sejumlah sanggar seni, di antaranya Sanggar Seni Budaya Wanua Masengereng (Wajo), Bengkel Seni Janggo Ridi (Enrekang), Sanggar Tari Mario Rendeng (Enrekang), Sanggar Buju Lapakita (Pinrang), dan Perkaseda (Luwu Utara).

Salah satu pengunjung asal luar negeri (Turis), Kato, mengungkapkan kekagumannya terhadap acara malam itu.
"The part of the festival that attracted me was the clothes, the clothes were very beautiful and loved them and tonight was a very beautiful night, everything was very beautiful and we really enjoyed tonight's event," ujarnya.

Kato menambahkan bahwa ia dan teman-temannya berencana datang kembali jika festival ini diadakan lagi tahun depan.
"If this festival is held again next year, we will come and enjoy the event. Because this festival is an amazing festival, and we really like it," ujar Kato.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Jeneponto, Sri Asni Hariani (Sri), turut menyampaikan kesannya terhadap suasana malam tersebut.

"Suasananya meriah dan seru yah karna banyak menampilkan persembahan yang keren, dan juga yang paling menarik bagi saya itu, dibagian penampilan sanggar perkaseda yg dari Luwu utara, menarik karna tema tariannya itu menampilkan tabaro atau sagu, yg biasa digunakan untuk membuat makanan khasnya yaitu kapurung," ujar Sri.

Ia juga menilai bahwa acara seperti ini sangat penting untuk dilestarikan, terutama bagi generasi muda.

"Acara ini penting sekali yah. Apalagi untuk generasi muda budaya itu menjadi salah satu dari identitas kita, dan acara budaya seperti ini penting untuk di lestarikan," tambahnya.

Melalui Festival Budaya 2025, Benteng Rotterdam kembali menjadi saksi hidup semangat masyarakat Sulawesi Selatan dalam menjaga dan merayakan warisan budayanya. Tidak hanya mempertemukan para pelaku seni, acara ini juga menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Penulis adalah Mahasiswi PPL UIN Alauddin Makassar