Terkini.id, Jakarta - Ferdinand Hutahaean menyindir Bambang Widjojanto soal dugaan korupsi APBD di DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Bambang Widjojanto adalah pimpinan Komite Pemberantasan Korupsi atau KPK Ibu Kota DKI Jakarta.
Awalnya, Bambang Widjojanto menanggapi kabar bahwa Novel Baswedan dan puluhan pegawai lainnya dipecat karena tidak melulusi tes wawasan kebangsaan.
Bambang Widjojanto menilai bahwa jika kabar tersebut memang benar, maka KPK tengah berupaya menyingkirkan para insan terbaiknya.
Mantan pimpinan KPK itu juga menyinggung bahwa para insan terbaik ini tengah menyidiki kasus korupsi besar.
"Kau diduga singkirkan para insan terbaik KPK yang tengah menangani kasus mega korupsi di bumi pertiwi, seperti Bansos," kata Bambang Widjojanto melalui akun Twitter-nya pada Selasa, 5 Mei 2021.
"Tapi, kau bicara keteladanan Guru Bangsa Ki Hadjar Dewantara. Semoga nurani kita terketuk dan terbelalak oleh indikasi dusta tanpa jeda yang terus diproduksi. Ampun Ya Ilahi," tambahnya.
Ferdinand lantas menyindir bahwa Bambang Widjojanto berbicara soal korupsi yang jauh dari wewenangnya namun ia diam soal korupsi di Jakarta.
"Kau kebanyakan omong bung, dugaan korupsi di APBD DKI Jakarta saja kau diam membisu padahal nilainya Trilliunan," kata Ferdinand melaui akun Twitter-nya pada Rabu, 5 April 2021.
"Bicaramu mega korupsi, entah yang mana yang kau maksud. Padahal didepan matamu APBD DKI, entah kemana lidahmu kenapa kelu bicara tentang uang yang hilang dari APBD," tambahnya.
Ferdinand Hutahaean memang kerap bicara soal dugaan korupsi di DKI Jakarta seperti dana Formula E dan juga dugaan korupsi Rumah DP 0 Rupiah.
Mantan politikus Partai Demokrat ini juga kerap menyuarakan agar Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta turut diperiksa dalam dugaan korupsi pengadaan lahan Rumah DP 0 Rupiah.
Ia juga mendesak agar Anies Baswesan transparan soal dana Formula E yang menurutnya tidak jelas.









