Elite PBB ke Anak Buah AHY: Jangan Membiasakan Diri Merengek di Publik

Elite PBB ke Anak Buah AHY: Jangan Membiasakan Diri Merengek di Publik

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Wakil Ketua Bappilu Pusat Partai Bulan Bintang (PBB), Novi Hariyadi mengkritik pernyataan sejumlah politikus Partai Demokrat (PD) soal Yusril Ihza Mahendra yang mendampingi empat eks kader PD mengajukan Judicial Review terhadap AD/ART ke Mahkamah Agung

Dalam tanggapannya, Novi Hariyadi menyindir para anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk tak membiasakan diri merengek di publik.

Awalnya, ia menyoroti soal sejumlah politisi demokrat yang mengait-ngaitkan langkah Yusril Ihza Mahendra dalam menjalankan tugas pengacara dengan posisinya sebagai Ketua Umum DPP PBB.

“Prof Yusril diminta bantuan hukum sebagai advokat, jadi tidak usah digiring ke mana-mana, bahkan menggiring Yusril sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang, menggiring ke soal dukungan pilkada, bahkan mengolok Partai Bulan Bintang. Anak buah AHY mengacau itu,” ungkap Novi pada Minggu, 26 September 2021.

Novi menyinggung bahwa langkah yang ditempuh Yusril murni menggunakan konstitusi, namun malah dituduh bagian dari pembegal.

Padahal, ia menilai bahwa apa yang dilakukan Yusril merupakan sebuah terobosan hukum di negeri ini, yakni mengajukan uji material terhadap AD/ART Partai Demokrat ke MA.

Jika dikabulkan MA, kata Novi, Yusril membuat sejarah dalam hal kehidupan demokrasi partai politik di Indonesia.

Oleh sebab itu, Novi menegaskan kepada anak buah AHY yang menurutnya menyerang Profesor Yusril secara pribadi bahwa jika memang mereka merasa benar, maka lawan secara hukum di MA.

Ia mengatakan bahwa cara itu adalah jalur terhormat untuk bisa mendapatkan keadilan.

“Sekali lagi buat anak buah AHY saya persilakan menyusun bantahan di MA nanti, kalau perlu silakan sewa pendekar hukum untuk bertarung secara konstitusi di MA. Jangan membiasakan diri merengek di publik,” pungkas Novi Hariyadi.