Elite PBB: Gerah Juga Kita Lihat Pembiaran PD terhadap Pengurusnya yang Kekanak-kanakan Serang Personal

Elite PBB: Gerah Juga Kita Lihat Pembiaran PD terhadap Pengurusnya yang Kekanak-kanakan Serang Personal

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Elite Partai Bulan Bintang (PBB) terang-terangan mengatakan bahwa pihaknya gerah melihat pembiaran yang dilakukan Partai Demokrat (PD) terhadap pengurusnya yang kekanak-kanakan menyerang personal.

Hal itu disampaikan oleh Ketua bidang Politik, Hukum, dan Advokasi DPP PBB, Firmansyah sebagai respons terhadap pernyataan-pernyataan para politisi Demokrat terkait Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra.

Sebagaimana diketahui, Yusril mendampingi empat eks-kader Demokrat mengajukan Judicial Review terhadap AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020 ke Mahkamah Agung (MA).

Sikap Yusril itulah yang kemudian dikritik secara terang-terangan oleh pengurus-pengurus partai yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

“Ramai dan gerah juga kita melihat pembiaran PD terhadap pengurusnya yang kekanak-kanakan menyerang personal dan pribadi (Yusril),” katanya pada Minggu, 26 September 2021, dilansir dari Sindo News.

Firmansyah lantas menyinggung bahwa Yusril pernah menjadi kuasa hukum Partai Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical) ketika partai itu berseteru dengan kadernya yakni Agung Laksono.

Selain itu, lanjutnya, Yusril juga pernah menjadi pengacara PPP kubu Djan Faridz ketika berkonflik dengan PPP kubu Romahurmuziy (Rommy).

Menurut Firmansyah, saat itu pengurus serta kader Partai Golkar dan PPP dewasa dalam menyikapinya, tak ada yang menyerang personal maupun pribadi, baik ke Yusril ataupun ke PBB.

“Beda halnya pada uji AD/ART PD kali ini, kami melihat ada pembiaran bahkan dukungan PD terhadap pengurusnya yang berstatement menyerang personal ini,” kata Frimasnyah.

“Kami tak melihat ada cegahan atau statement resmi dari PD terkait hal ini,” sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah kader Partai Demokrat, seperti Rachland Nashidik menilai bahwa Yusril memihak ke Moeldoko dan diduga mengambil keuntungan dari kisruh tersebut.

Menanggapi berbagai kritikan yang ia terima, dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun televisi swasta, Yusril mengatakan bahwa sikap dirinya menjadi kuasa hukum tak ada urusan dengan Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Ia menegaskan bahwa dirinya mewakili hak empat mantan kader partai Partai Demokrat yang telah dipecat.