Terkini, Makassar - Bank Indonesia Sulawesi Selatan memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2025 mendatang berada pada rentang 4,8 hingga 5,6 persen.
Angka ini lebih tinggi sedikit dibanding pertumbuhan ekonomi 2024 yang diproyeksikan mencapai hingga 4,7-5,5 persen year-on-year (yoy) hingga akhir tahun.
Sementara, inflasi tahun 2025 diperkirakan tetap terkendali dengan sasaran inflasi sebesar 2,5% ± 1%. Pada 2024, inflasi diprakirakan berada di kisaran 1,8% + 0,5%.
"Dalam mendukung capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2025, perlu adanya komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam
mengakselerasi pertumbuhan serta mengendalikan inflasi daerah dari seluruh stakeholders terkait," terang Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selaran, Rizky Ernadi Wimanda saat event Sulseltalk yang berlangsung di Baruga Phinisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 10 Desember 2024.
Tumbuh Sedikit Dibanding 2024
Pertumbuhan ekonomi Sulsel tersebut tetap di atas nasional yang berada di rentang 4,8-5,6% pada 2025 dan 4,9-5,7% pada 2026. Meski begitu, cenderung tumbuh melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024.
Rizky Ernadi Wimanda menyebutkan banyaknya tantangan pertumbuhan ekonomi dari sisi eksternal, yakni dari sisi global.
"Dunia terus bergejolak, khususnya setelah terpilihnya kembali Presiden Trump di AS, dengan semangat Make America Great Again. Kemungkinan perang datang kembali memanas, ketegangan geopolitik, disrupsi rantai pasok dagang, hingga fragmentasi ekonomi dan keuangan," ungkap Rizky.
Sehingga, pada 2025, pertumbuhan ekonomi dunia cuma sekitar 3,1 persen, dan pada 2026 sebesar 3,0 persen. Adapun pada 2024, pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini diprakirakan 3,2 persen.










