Terkini.id, Makassar - Pemutusan Hak Kerja (PHK) yang menimpa perusahaan start up dan industri digital belakangan kerap terjadi. Efisiensi karyawan menjadi alasan besar yang memengaruhi.
Dosen Fakultas Ekonomi Unhas, Anas Iswanto Makatutu menyebut, pemutusan ini besar dipengaruhi oleh adanya wacana krisis yang digadang terjadi 2023 mendatang
Menurutnya, banyak perusahaan besar termasuk digital melakukan PHK besar-besaran dengan dalih melakukan efisiensi karyawan jelang krisis nanti. Padahal, kondisi itu tidak pasti.
"Yang saya khawatirkan krisis ini jadi alasan untuk mengefisienkan karyawan, padahal jika variabel ekonomi di jaga dengan baik, krisis tidak akan terjadi," kata Anas Iswanto, Jumat, 9 Desember 2022.
Lebih lanjut, Anas menjelaskan saat ini dijadikan kesempatan bagi perusahaan memangkas tenaga kerja karena adanya perasaan kelebihan tenaga kerja.
"Ini dampak buruk dari wacana krisis digempar-gemborkan, karena akan menjadi kesempatan bagi mereka. Ancaman memang ada, tapi itu bisa diantisipasi sepanjang kondisi makro bisa dikendalikan dan stabil," lanjutnya kembali.
Terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan wacana kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di Sulsel dan Makassar, Anwar menyebut hal ini menjadi alasan lain untuk kembali melakukan pemutusan.
Begitupun bagi perusahaan yang dinilai belum mampu menerapkan UMP.
"Jika semua menuntut sesuai UMP, maka PHK akan mengenai industri kecil juga," tegasnya.
Sebelumnya, salah satu perusahaan startup terbesar di Indonesia Gojek Tokopedia (GoTo), melakukan pemangkasan besar-besaran. Sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup GoTo dipangkas.
CEO Grup Gojek Tokopedia (GoTo) Andre Soelistyo menjelaskan kondisi ini menjadi langkah untuk tetap bernavigasi di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan.
Menurutnya, GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Hal ini termasuk mengambil keputusan dalam melakukan efisiensi tenaga kerja.
"Harapannya agar menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang," terang Andre.










