Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengungkit pernyataan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath mengenai Reuni 212.
Dalam pernyataannya, Khaththath mengatakan bahwa seandainya pendiri Microsoft, William Henry Gates III alias Bill Gates sudah tahu Islam, pasti akan hadir dalam Reuni Alumni 212.
Melalui akun Twitter pribadinya, Eko Kuntadhi membagikan berita soal pernyataan lama Khaththath ini.
"Hahahahahaha... Billy gates ikut reuni," kata Eko Kuntadhi pada Senin, 29 Novber 2021.
Ditelusuri Terkini.id, pernyataan Muhammad Al Khaththath itu ia sampaikan pada tahun 22 November 2018 lalu menjelang Reuni Alumni 212.
Hal itu disampaikan Khaththath ketika tengah bercerita tentang sosok sahabat nabi Muhammad bernama Abdurahman Bin Auf yang sangat dermawan bagi masyarakat Madinah sampai-sampai dia diibaratkan seperti sosok Bill Gates.
"Yang saya tahu, Bill Gates dia berbagi 40 persen penghasilannya, sayang Bill Gates belum tahu Islam, coba Bill kalau sudah tahu Islam pasti ikut reuni 212 besok," kata Khaththath dalam Kajian Pemikiran Islam yang digelar di Masjid Baiturrahman, dilansir dari CNN Indonesia.
Khaththath pun lantas menyayangkan bahwa Bill Gates belum mengenal ajaran Islam dan masih memeluk kepercayaan lain saat ini.
Sehingga kemungkinan besar orang terkaya di dunia itu tak akan menghadiri reuni 212.
"Makanya kalau ada orang Islam nggak mau ikut Reuni 212, itu lebih jelek dari Bill Gates itu," tambahnya.
Adapun tahun ini, Reuni 212 akan kembali diadakan pada 2 Desember 2021.
Waksekjen PA 212 Novel Bamukmin, dalam keterangannya pada Senin, 1 November 2021, Novel Bamukmin sempat membeberkan tuntutan utama Reuni 212 tersebut.
Salah satu tuntutan utama yang akan disuarakan adalah kebebasan pendiri FPI, Muhammad Rizieq Shihab.
Selain itu, PA 212 juga akan menyuarakan kasus penembakan enam laskar FPI yang belum tuntas hingga saat ini.
"Tujuh juta orang akan hadir karena massa 212 sudah kangen untuk reuni dan dengan momen yang sangat penting, yaitu untuk membebaskan Imam Besar Habib Rizieq Shihab, serta usut tuntas pembantaian enam laskar FPI," kata Novel Bamukmin.
"Karena massa 212 sudah (banyak) yang kangen untuk reuni dan dengan momen yang sangat penting," sambungnya.
Dalam kesempatan lain, Novel Bamukmin mengatakan bahwa kelompok yang anti terhadap reuni 212 itu jelas kelompok pendukung atau memang penista agama yang dibungkus agama, padahal aslinya hanya komunisme.
Ia juga mengatakan bahwa kelompok yang menolak Reuni 212 itu punya niatan mengganti Pancasila.
“Mereka ingin mengganti dengan trisila dan ekasila melalu RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila),” ujar Novel pada Senin, 22 November 2021, dilansir dari JPNN.










