Terkini.id, Jakarta - Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi mengungkapkan sejumlah pengakuan pacar dari Novia Widyasari yakni Bripda Randy Bagus usai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus bunuh diri mahasiswi cantik itu.
Berdasarkan pengakuan Bripda Randy, kata Brigjen Slamet, tersangka dan korban yakni Novia Widyasari telah menjalin asmara selama dua tahun sejak 2019.
Brigjen Slamet mengatakan, Novia Widyasari dan Bripda Randy menjalin hubungan pacaran dengan bahagia sebelum mahasiswi berusia 23 tahun itu memutuskan bunuh diri di samping makam ayahnya.
"Mereka pada prinsipnya adalah mereka pacaran dari bulan Oktober 2019 sampai dengan sekarang sebelum meninggal itu. Mereka happy-happy saja," ujar Slamet, Minggu 5 Desember 2021 seperti dikutip dari Hops.id.
Slamet juga membeberkan awal mula perkenalan Bripda Randy dan Novia Widyasari. Ia mengatakan, saat itu keduanya tengah nonton bareng distro baju yang ada di Malang.
Setelah berkenalan, Bripda Randy dan Novia Widyasari kemudian saling bertukar nomor handphone dan lantas pacaran.
"Pada saat itu sedang nonton bareng distro baju yang ada di Malang. Keduanya pun akhirnya berkenalan dan bertukar nomor handphone hingga terjadi hubungan (berpacaran)," tutur Slamet Hadi.
Saat pacaran, Bripda Randy kemudian mengajak Novia Widyasari untuk berhubungan intim layaknya suami istri sebanyak dua kali.
"Setelah resmi pacaran, mereka melakukan suatu perbuatan seperti kayak suami istri sudah berlangsung sejak 2020 sampai 2021, ini dilaksanakan di Malang tempat kos mereka, demikian juga di hotel yang ada di Malang," ungkapnya.
Lantaran itu, Novia Widyasari kemudian hamil dan melakukan aborsi sebanyak dua kali. Alhasil, Bripda Randy pun ikut disangkakan melakukan aborsi karena hal itu dilakukan secara bersama-sama.
Menurut pengakuan Bripda Randy, aborsi itu dilakukan Novia Widyasari saat usia kandungannya memasuki hitungan minggu. Sementara, aborsi kedua dilakukan saat kandungan berusia empat bulan.
"Adanya suatu bukti bahwa korban selama pacaran sampai kemarin terhitung Oktober 2019 sampai dengan bulan Desember 2021 sudah melakukan tindakan aborsi bersama. Yang pertama dilaksanakan bulan Maret tahun 2020 yang kedua adalah bulan Agustus 2021," ujarnya.










