Terkini.id, Makassar – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kota Makassar, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat tengah giat melakukan kajian terkait kota layak investasi dan upaya menekan harga pangan. Langkah ini diawali dengan kunjungan Tim Asian Development Bank (ADB) yang bertujuan untuk mendukung implementasi program-program tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Kota Makassar, Alamsyah Sahabuddin, mengungkapkan bahwa beberapa program dan aplikasi telah digulirkan oleh DKP untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Salah satunya adalah program Smart Urban Farming yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT) serta memanfaatkan lorong-lorong kota untuk budidaya tanaman produktif.
"Tiga program tersebut, yakni Smart Urban Farming, Identifikasi Petakan dan Tangani (IATATA), dan ASSIPA, memiliki fungsi masing-masing dalam mendukung ketahanan pangan," ujar Alamsyah, Selasa, 5 Maret 2024.
IATATA, lanjut Alamsyah, difungsikan untuk mengidentifikasi titik-titik rentan pangan dan memetakan daerah-daerah yang mengalami kesulitan serta kenaikan harga pangan. Sementara ASSIPA bertujuan untuk memanfaatkan lorong-lorong wisata guna budidaya tanaman di berbagai pasar tradisional dan modern di Kota Makassar.
Alamsyah juga menegaskan bahwa DKP telah bekerja sama dengan Bulog Cabang Makassar untuk melakukan pemantauan harga pangan di pasar tradisional dan pasar modern. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyediakan pangan murah bagi masyarakat, baik melalui program pemerintah maupun kerja sama dengan sektor swasta.
Dengan demikian, upaya DKP Kota Makassar dalam memperkuat ketahanan pangan melalui program-program inovatifnya telah mendapat dukungan luas, termasuk dari lembaga internasional seperti ADB, demi terciptanya kesejahteraan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Makassar.










