Terkini.id, Medan - Selayaknya anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya, baik hak hidup, tumbuh berkembang, perlindungan maupun partisipasi.
Lukman mengungkapkan, saat ini kita sering sekali melihat dan mendengarkan banyak sekali hal-hal yang terjadi kepada teman-teman penyandang disabilitas, terutama berkaitan dengan tumbuh kembang mereka.
Selaku Direktur Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia (YKAPI) Lukman melakukan diskusi bersama orang tua dari anak-anak penyandang disabilitas di Keluarahan Durian, Kecamatan Medan Timur.
"Banyak sekali menjadi cacatan kita mengingat beberapa aspek yang selama ini kebutuhan teman-teman disabilitas tidak terpenuhi baik dalam mengakses pendidikan, ditambah lagi banyaknya pembangunan yang tidak responsif terhadap disabilitas," ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya. Sabtu, 6 November 2021.
Menurut Lukman, dalam dunia pendidikan banyak hal yang harus diperhatikan, terutama sekolah inklusi yang beberapa waktu lalu menjadi fokus dalam pendidikan kita, tetapi banyaknya hambatan ketika anak-anak disabilitas masuk ke sekolah umum dengan anak-anak lain. "Misalnya saja dalam mengakses pelajaran, mereka mengalami kesulitan, mengingat anak tidak didampingi oleh guru-guru yang memahami mereka baik secara komunikasi maupun emosional," tambahnya.
Lanjut dia belum lagi bangunan sekolah yang tidak responsif disabilitas menjadikan halangan bagi mereka untuk bergerak dan menikmati suasana sekolah seperti yang di rasakan anak-anak yang lain saat bersekolah.
"Selain di dunia pendidikan tingkatan SD, SLTP, dan SLTA dari hasil diskusi saya dengan orang tua dari anak-anak disabilitas, mereka sangat berharap dibuat Universitas Luar Biasa untuk anak-anak mereka," tandasnya.
Memang sekarang beberapa universitas telah menerapkan inklusi, kata Lukman tetapi masih banyak orang tua yang kawatir dengan penerapan universitas inklusi yang selama ini dibuat, serta univeritas inklusi hanya mampu menerima siswa-siswi beberapa jesnis disabilitas, tidak bisa mengcover semua disabilitas
"Selain itu juga para orang tua ini kawatir, mengingat tidak semua tenaga pendidik, maupun administrasi di universitas mampu memahami anak-anak mereka. Belum lagi saat anak-anak mereka bersosialisai dengan tema-teman yang lainnya, mereka kawatir akan ada praktek bullying di lakukan teman-temannya mengingat keterbatasan yang dimiliki anak-anak mereka," tambahnya.
Lukman membeberkan, selain di dunia Pendidikan, para orang tua juga berharap saat penerimaan kerja anak-anak disabilitas diberikan kesempatan dan kuota disetiap instansi pemerintahan maupun swasta.
"Selama ini sudah diterapkan penerimaam pekerja untuk kuota disabilitas seperti saat penerimaan CPNS, tetapi masih saja kuotanya sediki dan saat seleksi harus bersaing dengan anak-anak normal lainya, otomatis tidak diterima, mengingat anak-anak mereka hanya memiliki satu keahlian khusus yang mereka kuasai selama ini di sekolah-sekolah luar biasa," jelasnya.
Ia menyindir ini menjadi catatan kita bersama mengingat semua orang yang ada di negeri ini seharusnya memiliki kesempatan, hak yang sama tanpa diskriminasi.
"Sudah saatnya teman-teman disabilitas kita memiliki kesempatan yang seluas-luasnya dan menjadikan negeri kita inklusi untuk semua kelompok masyarakat, untuk hidup, tumbuh dan berkembang sesuai keinginannya dan kreativitasnya masing-masing," tutup Direktur Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia (YKAPI) yang di launching pada, 10 April 2021 di Medan ini.










