Tulus menambahkan bahwa aksi nyata dengan program inovasi Tali Buku Setahun untuk mendorong peningkatan TGM Kota Makassar dan juga IKM Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
Nantinya dalam skala nasional diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan untuk memberi konstribusi dalam peningkatan Indeks Literasi Membaca pada Survey Program for Internasional Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).
Saat ini Kemampuan membaca siswa Indonesia berada di urutan ke-71 dari 76 Negara atau berada di bawah rata-rata OECD.
Selain itu, survey Unesco mengungkapkan bahwa anak Indonesia hanya mampu membaca 27 halaman buku pertahun atau hanya 1 halaman buku selama 15 hari dibandingkan dengan negara-negara di Asia yang berkisar 1 hingga 3 buku per tahun.
Stigma tragedi Nol buku seperti yang diungkapkan sastrawan dan budayawan Taufik Ismail karena Indonesia sesuai survey Unesco minat baca masyarakatnya hanya 0,001% atau dari 1,000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca.
"Olehnya itu, butuh aksi literasi yang kongrit salah satunya dengan menghadirkan inovasi Tali Buku Setahun atau Tamat Lima Buku Setahun, Alhamdulillah sudah ada Kepala Sekolah merespon dan siap mengimplementasikan dan rencana akan diuji coba di beberapa sekolah dulu yang dikoordinir oleh komunitas K3PS," ungkap Tulus.









