Diduga karena Antraks, Delapan Ekor Hewan Mati di Soppeng

Diduga karena Antraks, Delapan Ekor Hewan Mati di Soppeng

FH
EP
Farel Haeril
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkni.id, Soppeng - Delapan ekor hewan ternak di Desa Lalabata Riaja Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng mati mendadak diduga akibat antraks. Hewan ternak yang mati itu berupa sapi miliki warga masing-masing Naharuddin 3 ekor sapi, Muh Sa’da 2 ekor sapi dan Wendi 3 ekor sapi. Ketiga pemilik sapi baru mengetahui jika sapinya terkena antraks saat hasil uji labotarium Balai Besar Veteriner Maros menyatakan sapi tersebut positif antraks. Informasi yang dihimpun terkini.id, pemilik sapi bersama pemerintah melakuan pemusnahan kandang agar virus tidak tersebar ke sapi-sapi lainnya. Ada juga peternak menjual sapinya saat mengetahui beberapa sapi ternak milik temannya terkena antraks. Ketua Kelompok Tani Ternak Yassimaturusi Desa Lalabata Riaja Kecamatan Donri-donri H Syamsuddin mengatakan bahwa kejadian tersebut pada bulan Desember 2019 lalu sampai Januari 2020 dan kemarin pihaknya melakukan pemusanahan kandang. "Desember hingga Januari 2020, ada delapan sapi yang mati, baru diketahui saat ada hasil lab bahwa sapi yang mati itu terkena antraks. Awalnya kami tidak tahu kalau sapi kami terkena antraks karena tidak ada cirinya atau tanda penyakit,"ucapnya. Ia juga mengaku jika pihaknya sempat menjual daging sapi yang terkena antraks. Saat sapinya mati ia langsung menyeblinya dan menjual daging sapi tersebut, tapi kami tidk tahu kalau daging sapi yang dijual itu terkena antraks. Pihaknya juga malakukan pencegahan agar sapi-sapi lain tidak terkena antraks dengan cara membakar kandang sapi, memindahkan sapi-sapi jauh dari lokasi yang terkena antraks,dan akan melakukan vaksinasi. Sementara itu, Dinas Kesehatan Soppeng mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dini penyakit antraks yang ditujukan ke Direktur RSUD Latemammala dan para Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Soppeng. Hal tersebut diungkpan Kadis Kesehatan Sallang. Ia mengatakan saat mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung membuat surat ederan agar pihak RSUD dan Puskesmas mengatahui ciri-ciri warga yang terkena antraks. "Ia kami keluarkan surat edran ke RSUD dan Puskesmas Soppeng agar mengetahui ciri-ciri masyarakat yang terkena virus antraks. Saya juga menghimbau agar masyarakat tidak mendekati kandang yang terkena antraks khusunya anak-anak," bebernya. Menanggapi kejadian tersebut, redaksi terkini.id, mencoba menghubungi Dinas Peternakan Kabupaten Soppeng, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari Dinas Peternakan.