Terkini.id, Jakarta – Klarifikasi Ferdinand Hutahaean tentang “Allahmu lemah” ternyata memiliki kejanggalan hingga terus menjadi perdebatan.
Seperti kata Ferdinand, cuitannya itu adalah hasil dialog imajiner antara pikiran dan hati yang kemudian dituangkan di media Twitter. Di sinilah celahnya.
Roy Suryo, Pakar telematika sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan klarifikasi yang disampaikan Ferdinand sama sekali tidak memberikan kepuasan.
Tuhan Yang Maha Esa, menurut Roy Suryo, telah memberi menausia otak untuk berpikir. Artinya, jika hanya gundah dengan keadaan yang sedang down, maka Ferdinand cukup merenungkan hal itu saja.
“Kalau cuman mau ‘dialog’ antara pikiran dan hati sendiri itu merenung saja,” tegas Roy Suryo.
Sementara, jika apa yang menjadi pikiran tersebut diumbar ke Twitter, maka itu patut ditenggarai memang disengaja.
Singkatnya, ada pesan yang dibawa oleh pemberi pesan untuk komunikasi publik.
“Kalau sudah menulis di Twitter itu namanya memang (niat) untuk komunikasi publik. Jangan lupa, statusmu juga terlapor di Polda Metro,” Roy Suryo mengingatkan.
Hingga saat ini, Ferdinand telah dilaporkan oleh beberapa pihak termasuk oleh Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama dan telah diterima Bareskrim Polri pada 5 Januari 2022.
Ferdinand juga sempat mengancam akan melaporkan balik Haris Pertama sebab dianggapnya telah melontarkan fitnah.
Namun, Haris Pertama mengaku tidak gentar sama sekali. Dia bahkan mempersilahkan Ferdinand untuk melapor ke pihak berwajib.
“Silahkan kau Ferdinand laporkan saya dan DPP KNPI, kau pikir saya takut,” tantang Haris dalam unggahan akun Twitter miliknya yang memention Ferdinand










