Di Hambalang, Kubu Moeldoko Sentil SBY: Kebenaran Mesti Tegak Walau Langit akan Runtuh

Di Hambalang, Kubu Moeldoko Sentil SBY: Kebenaran Mesti Tegak Walau Langit akan Runtuh

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang pimpinan Moeldoko mengadakan Konferensi Pers di Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Seperti diketahui, kawasan tersebut dulunya sedang dibangun megaproyek di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, sayangnya, proyek besar itu mangkrak hingga kini karena tersandung kasus korupsi.

Di tempat itu, penggagas KLB Deli Serdang yang kini berseberangan dengan SBY pun kembali menyinggung soal Anas Urbaningrum.

Muhammad Rahmad, juru bicara KLB Demokrat menyatakan bahwa Hambalang adalah saksi awal bagaimana SBY mengudeta Anas yang dulu adalah Ketua Umum demokrat.

"Di bukit inilah sejarah awal Pak SBY melakukan kudeta merangkak kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tujuh tahun yang lalu," kata Rahmad pada Kamis, 25 Maret 2021, dilansir dari Tempo.

Seperti diketahui, Anas Urbaningrum adalah salah satu tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang tersebut.

Setelah terjerat kasus korupsi, posisinya sebagai ketum pun digantikan oleh SBY.

Lebih lanjut, Rahmad mengatakan bahwa SBY melakukan kudeta pada Anas melalui dua cara, yaitu cara politik dan hukum.

"Setelah SBY gagal mengkudeta ketua umum melalui jalur politik maka kemudian Pak SBY melakukan kudeta melalui jalur hukum yang terkesan sangat dipaksakan," ungkapnya.

Sementara itu, Darmizal yang juga salah satu penggagas KLB mengatakan bahwa masih banyak hal-hal terkait Hambakang yang perlu ditegakkan.

"Di sini Hambalang masih banyak sisa-sisa yang kami minta kepada pemerintah bahwa kebenaran mesti tegak walau langit akan runtuh. Hukum harus tegak di negara kita Republik Indonesia ini sebagai panglima tertinggi," ujar Darmizal.

Terkait konpers kubu Moeldoko di Hambalang ini, kubu AHY sebelumnya telah memberikan komentar.

Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat mengatakan bahwa konpers itu merupakan bentuk rasa frustasi dan putus asa Demokrat kubu Moeldoko.

Lebuh lanjut, Herzaky bahkan menyebut bahwa hal itu merupakan upaya pengalihan isu agar 'kebohongan publik' kubu Moeldoko terlupakan publik.

"Mereka mau mengalihkan isu dari rentetan kegagalan upaya kebohongan publik yang mereka lakukan selama dua minggu terakhir," kata Herzaky.