Terkini.id, Makassar - DPRD Kota Makassar meminta pemerintah kota melanjutkan pembangunan RS Batua. Pembangunan RS Tipe C tersebut masih belum menemui titik terang lantaran masih berkasus di Polda Sulsel.
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Makassar Mario David berharap penanganan kasus dapat segera rampung agar pembangunannya bisa kembali dilanjutkan.
Ia mengatakan akan mengusulkan penganggaran untuk RS tersebut di tahun 2022 mendatang.
"Jadi jangan dirobohkan. Kita minta perencanaan masuk. Kira-kira seperti apa, apakah ditambal, ditutup, diapa, diperkuat baru dilanjutkan. Kalau dari nol sia-sia banget uang 25 milliar terbuang di situ," kata Mario, Rabu, 3 November 2021.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu lagi mengikuti desain awal hingga 11 lantai. Cukup yang ada saat ini yaitu 5 lantai untuk kemudian di-finalisasi. Sementara anggarannya diprediksi akan menelan hingga Rp50 milliar.
Ia menilai kebutuhan fasilitas kesehatan di Kota Makassar sangat mendesak. Melihat kasus yang kian menurun, pemerintah semestinya bisa fokus membenahi hal ini.
"Finalisasi RS Jumpandang Baru kira-kira butuh uang 25 milliar. Kemudian 50 milliarnya lari ke Batua, 25 milliarnya masing-masing ke Puskesmas. Kalau ada kemudian pandemi selanjutnya, fasilitas ini bisa berfungsi sebagai tempat isolasi. Jadi yang ada aja kita finishing. Tinggal di Untia atau Sudiang nanti kita bikin yang 11 lantainya," pungkasnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir sepakat dengan penganggaran kembali RS tipe C tersebut. Kendati kasus yang membelitnya masih belum sepenuhnya tuntas.
"Kita sangat berharap ini diusulkan kembali penyelesaian kembali RS ini. Supaya segera dapat ditarik manfaatnya oleh masyarakat. Semua termasuk yang bermasalah (batua) kalau ada uang," ujarnya.
Skemanya, kata dia, dapat dilakukan seperti awal tahun lalu di mana sempat diajukan sebesar Rp70 milliar. Alasannya jika kasus tuntas dan RS tersebut diserahkan kembali ke Pemkot, maka pengerjaan langsung dapat dilakukan.
Jika tidak memungkinkan, anggaran dapat kembali dialihkan di parsial untuk pengembangan Pustu hingga program krusial lainnya.
Dia mengaku belum mendapatkan dokumen program dari Pemkot sehingga besaran untuk tahun 2022 belum bisa dipastikan.
"Belum ada dokumennya (pembahasan anggaran pokok 2022), baru dimulai besok, jadi kita akan lihat," lanjutnya.










