Detektor Covid-19 Keluhkan Honor, Danny Pomanto: Ini Awalnya yang Berat

Detektor Covid-19 Keluhkan Honor, Danny Pomanto: Ini Awalnya yang Berat

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Tim Detektor Covid-19 mengeluhkan honor yang tak kunjung cair. Tim Detektor bertugas mengetahui kesehatan masyarakat. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah.

Para Detektor Covid-19 pun mendesak pemerintah kota segera melakukan pencairan lantaran mereka sudah melaksanakan tugasnya.

Merespons itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, lambatnya pencairan honor detektor tidak terlepas dari masa kerjanya yang belum sampai sebulan.

Ia juga menerangkan, kendala pencairan itu hanya di awal-awal saja karena ada banyak data yang harus dilengkapi terlebih dahulu.

"Karena kemarin itu kan baru 4-3 hari dia turun. Saya coba cek dulu. lagi diproses dulu itu. Ini awalnya yang berat. Kalau sudah terdaftar mi semua, sudah enakmi," kata Danny, Jumat, 24 September 2021.

Terpsah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan, proses pembayaran sementara dilakukan.

"SK-nya sementara diproses di bagian hukum," kata Ida.

Ida mengatakan bila proses itu telah selesai maka Dinas Kesehatan Kota Makassar akan segera melakukan pembayaran.

"Kalau sudah selesai dan surat tugas serta laporan dari detektor sudah ada, kami Dinkes bayarkan," tuturnya.

Salah satu relawan Tim Detektor yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, sejak bulan Juli belum pernah menerima honor.

"Bulan Agustus diminta isi data untuk bikin rekening Bank Sulselbar tapi sampai sekarang tidak tahu kenapa belum cair," ujarnya.

Sekadar diketahui, Tim Detektor berjumlah 15.307, terdiri dari 10.000 relawan, 5.000 tenaga kesehatan dan 306 dokter.

Gaji Relawan Tim Detektor per bulan sebanyak Rp300 ribu, sementara gaji tenaga kesehatanan Rp750.