Terkini.id, Jakarta - Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara mengungkapkan kliennya itu terpaksa menembak Brigadir J tidak hanya karena perintah melainkan juga ketakutan lantaran melihat Ferdy Sambo pegang pistol saat kejadian.
Menurut Deolipa Yumara, saat kejadian Bharada E melihat Ferdy Sambo pegang pistol sehingga kliennya itu terpaksa menembak Brigadir J karena dia juga kemungkinan ditembak atasannya itu jika tidak melaksanakan perintah.
Deolipa mengungkapkan hal itu saat diwawancara di kanal YouTube Uya Kuya TV, seperti dilihat Terkini.id pada Kamis 11 Agustus 2022.
Dilihat dari video berjudul 'Pengakuan Mengejutkan Bharada E Atas Kematian Brigadir J' tersebut, awalnya presenter Uya Kuya menanyakan ke Deolipa mengapa Bharada E terpaksa menuruti perintah Ferdy Sambo.
"Apa yang membuat dia terpaksa menuruti perintah atasan?," tanya Uya ke Deolipa Yumara.
Pengacara Bharada E itu pun menjawab, sebagai anggota Brimob kliennya itu memang wajib menuruti perintah pimpinannya.
"Dia kan umur masih muda, kalau Brimob kan perintah pimpinan wajib dijalankan sama anak buah. Mana ada anak umur 24 tahun, Brimob menembak orang tanpa motif, apalagi yang ditembak teman sendiri," ujar Deolipa Yumara.
Uya Kuya pun kemudian menanyakan, apakah karena selain perintah Bharada E juga terpaksa menembak Brigadir J karena ketakutan.
"Kalau tidak ada motif dia berarti melakukan karena apa? Ketakutan atau harus patuh aja sama perintah atasan?," tanyanya lagi.
Menjawab pertanyaan itu, Deolipa pun membeberkan bahwa selain karena perintah atasan kliennya itu juga terpaksa menembak Brigadir J alias Joshua Hutabarat lantaran melihat Ferdy Sambo juga pegang pistol saat kejadian.
"Pertama karena perintah, kedua karena situasional disuruh nembak seorang Irjen bintang dua. Si Ferdy Sambo pegang pistol, (Bharada E) disuruh nembak Joshua, kalau Joshua nggak ditembak apa yang dilakukan Ferdy Sambo? Dia (Bharada E) pasti tembak almarhum Joshua," ungkapnya.
Menurut Deolipa, secara psikologis apabila Bharada E tidak menembak Brigadir J maka kemungkinan kliennya itu yang akan ditembak oleh Ferdy Sambo yang sedang pegang pistol.
"Kemudian kalau Richard nggak nembak, kan dia sebagai saksi utama, dia ditembak juga Richard nya supaya nggak ada saksi. Karena begitu Richard mau nggak mau yah tembak (Brigadir J), ketakutan dia daripada dia juga ikut mati," kata Deolipa Yumara.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak Ferdy Sambo maupun Polri terkait pernyataan pengacara Bharada E itu.










