Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar meminta agar netizen, khususnya para pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berhenti menggunakan istilah “karma Ahok”.
Sebagaimana diketahui, netizen simpatisan Ahok kerap menggunakan istilah “karma Ahok” ini ketika ada orang yang dulu menyerang Ahok jatuh sakit atau meninggal.
Denny Siregar pun meminta agar istilah ini dihentikan. Sebaliknya, ia menyarankan agar orang yang sakit itu didoakan saja.
Host Cokro TV beralasan bahwa mendoakan orang yang sakit itu sama saja dengan mendoakan diri sendiri agar dijauhkan dari musibah.
“Gak usah lah terus bilang, karma Ahok, karma Ahok, kalau dengar orang sakit atau meninggal,” kata Denny Siregar pada Senin, 6 Desember 2021.
“Cukup doakan aja dan pikirkan yang baik-baik tentang dia. Mendoakan orang sakit itu sama aja dengan mendoakan diri kita, supaya jangan mendapat musibah yang sama,” sambungnya.
Ditelusuri Terkini.id di kolom komentar, beberapa menyinggung soal Haji Lulung yang dikabarkan tengah sakit.
Dilansir dari Merdeka, Haji Lulung memang salah satu pihak yang kerap mengkritik keras Ahok.
Salah satunya yaitu soal audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait RS Sumber Waras yang memang sempat ramai.
Ketika itu, Ahok yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI menuding BAHWA hasil audit investigasi ngaco.
Atas ucapan itu Lulung menantang Ahok membawa ke jalur hukum. Jika Ahok berani, Haji Lulung mengatakan akan potong kuping.
“Kalau Ahok berani lapor hebat. Gua potong kuping, buktinya enggak kan,” tuturnya.
Adapun baru-baru ini, Haji Lulung dikabarkan dirawat di rumah sakit. Ahok sendiri pun mendoakan agar cepat pulih.
“Mendoakan saja agar cepat pulih,” kata Ahok pada Sabtu, 5 Desember 2021, dilansir dari Detik News.










