Demokrat Soal Museum SBY: Heran Mengapa Ramai Dibahas Setelah Jokowi ke Pacitan

Demokrat Soal Museum SBY: Heran Mengapa Ramai Dibahas Setelah Jokowi ke Pacitan

R
EP
Resty
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Surabaya - Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Renville Antonio menanggapi ramainya pembicaraan dugaan kucuran dan kucuran dana 9 Miliar untuk Yayasan Yudhoyono (Yudhoyono Foundation) atau Museum SBY dari Pemkab Pacitan.

Renville Antonio mengaku heran mengapa warganet tiba-tiba membahas Museum SBY setelah Presiden Jokowi mengunjungi Pacitan untuk meresmikan Bendungan Tukul, pada Minggu, 14 Februari 202 lalu.

"Jadi itu, saya juga heran, ramai-ramai itu. Apalagi ramai-ramai itu dipas-paskan kedatangan Pak Presiden," ujar Renville saat ditemui di Surabaya, pada Selasa, 16 Februari 2021, dilansir dari detiknews.

Seperti diketahui anggaran dana hibah yang dimaksudkan tersebut dikhususkan untuk pembangunan museum SBY yang terletak di ruas Jalan Lintas Selatan (JLS), Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Adapun pembangunan museum tersebut, menurut Renville sudah direncanakan sejak lama serta dana hibah yang diberikan sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Padahal (pembangunan Museum SBY) ini sudah cukup lama. (Dana hibah) sudah diberikan, semua sesuai mekanisme, tapi lebih baik yang berbicara dari Pemprov Jatim," terang Renville.

Renville juga menambahkan menambahkan bahwa dana hibah Museum SBY tidak ada kaitannya dengan mahar Pilkada seperti yang dirumorkan.

"Tidak ada mahar pilkada, ngawur iki, gak ada, gak ada," ujarnya lagi.

Menurutnya, dana hibah tersebut murni bantuan yang ia ketahui diperbolehkan.

"Jadi ini murni bantuan. Sepanjang pengetahuan saya itu diperbolehkan. Karena ini membantu yayasan, apalagi ini presiden. Sama seperti zamannya, mungkin (Presiden) Gus Dur waktu di Jombang," tandas Renville.