Darurat Kesehatan Global, Ikatan Dokter Indonesia Bentuk Satgas Cacar Monyet

Darurat Kesehatan Global, Ikatan Dokter Indonesia Bentuk Satgas Cacar Monyet

Fitriani S

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaIkatan Dokter Indonesia (IDI) membentuk Satgas Cacar Monyet yang bertujuan untuk mencegah penularan wabah Cacar Monyet di Tanah Air.

Ini setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah cacar monyet sebagai public health emergency of international concern atau darurat kesehatan global. Diketahui telah menyebar ke lebih dari 75 negara.

Ketua Satgas Cacar Monyet PB IDI dr. Hanny Nilasari, menjelaskan pihaknya akan membuat Satgas cacar monyet hingga hepatitis akut yang berisikan anggota organisasi profesi IDI.

"Kami akan membuat Satgas yang berisikan anggota organisasi profesi IDI. Ini diharapkan dapat mengantisipasi penyakit pandemi maupun endemic. Termasuk juga penyakit hepatitis akut dan cacar monyet," ujar dr Hanny Nilasari, dikutip dari laman pikiranrakyat.com.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan serta organisasi profesi lainnya untuk menghadapi cacar monyet.

Antara lain, berkoloborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI).

Untuk diketahui, Wabah ini disebabkan oleh infeksi virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia).

Dilansir dari Central for Disease Control and Prevention (CDC) pada Jumat 5 Agustus 2022, monkeypox ditandai dengan gejala seperti Demam, Sakit kepala, Sakit otot dan sakit punggung, Ruam seperti jerawat atau lepuh yang muncul di wajah, di dalam mulut, tangan, kaki, dada, alat kelamin, atau anus.

Seseorang dapat mengalami gejala penyakit cacar monyet sekitar 1-6 hari setelah terpapar virus. Terkadang, tubuh orang yang terinfeksi mengalami ruam terlebih dahulu, lalu diikuti oleh gejala lainnya. Gejala penyakit ini dapat berlangsung selama 2-4 minggu.