China Sebar Konten Pornografi di Twitter Untuk Redam Demonstrasi

China Sebar Konten Pornografi di Twitter Untuk Redam Demonstrasi

AS
Asmawati Syam

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Penduduk China di berbagai kota turun ke jalan untuk memprotes kebijakan penguncian total tanpa toleransi oleh pemerintahan Xi Jinping. Otoritas China pun menggunakan berbagai cara untuk meredam gejolak demontrasi, termasuk dengan memanfaatkan bot untuk menyebar spam berupa konten pornografi di Twitter.

Saat mencari nama kota apa pun di China melalui aplikasi Twitter, pengguna akan diserbu oleh tweet yang menampilkan konten porno, layanan seks, dan judi. Tweet berisi konten tersebut berdatangan setiap beberapa detik.

Serbuan ketiga jenis konten itu di Twitter lantas membuat pengguna kesulitan mencari hasil yang relevan soal situasi dan kondisi di China. Termasuk tentang aksi protes yang kian meluas.

Tech Cruch,mengutip analis data yang fokus ke China, menyatakan adanya lonjakan tweet berupa spam dalam tiga hari terakhir. Peningkatan aktivitas bot ini berbarengan dengan gelombang aksi protes di kota-kota besar dan universitas di China sejak akhir pekan lalu.

Pemerintah China menerapkan kebijakan sensor yang ketat di media sosial dan internet lokal mereka. Oleh karena itu, para demonstran biasanya akan memanfaatkan platform asing seperti Twitter dan Telegram untuk berkomunikasi.

Penduduk China pun harus menggunakan VPN untuk mengakses Twitter dan Telegram. Pasalnya, pemerintah negara tersebut memblokir akses ke platform asing.

Menurut Tech Crunch, konten bot di Twitter terafliasi dengan pemerintah. Hal itu lantas membuat penduduk China lebih sulit dalam merencakan aksi demonstrasi.

Pada tahun 2019, Twitter berhasil melakukan take down atas 1.000 akun yang diputuskan adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meredam aksi protes di Hong Kong. Kini, tim anti-propaganda Twitter sebagian besar telah di-PHK oleh Elon Musk.

Gelombang spam di China merupakan tantangan untuk Elon Musk yang menyatakan bahwa bot adalah musuh utama Twitter. Kepada Washington Post, Twitter menyatakan "mengetahui" tentang isu spam tersebut dan "tengah mencari jalan keluarnya".

Diketahui, sebelum menyebar spam menggunakan bot, pemerintah China juga telah melakukan upaya dengan melakukan sensor ketat di media sosial. Pemberitaan tentang aksi unjuk rasa yang menggunakan kata 'Sungai Liangma' dan 'Jalan Urumqi' telah dihapus dan tak ditemukan sama sekali.

Sungai Liangma sendiri berada di pusat kota Beijing dan menjadi pusat para pendemo berkumpul sambil meneriakkan yel-yel anti kebijakan Covid-19 dan desakan mundurnya Xi Jinping. Sementara itu, Jalan Urumqi adalah pemantik awal demo, merujuk ke wilayah di Xin Jiang, tempat lokasi kebakaran di China pekan lalu yang menewaskan sebanyak 10 orang. Hal tersebut pun memicu kemarahan warga karena pada saat kejadian, wilayah itu dikunci akibat corona sehingga membuat pertolongan ke korban lamban.

(Sumber: cnbcindonesia.com)