Dengan mengunduh aplikasi tersebut, pengguna dapat memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek data, apakah dirinya terdaftar sebagai pemilih.
Selain itu, ada beberapa fitur lain yang tersedia yaitu Rekapitulasi Data yang bisa menampilkan rekapitulasi data secara nasional. Kemudian ada fitur Daftar Jadi Pemilih untuk orang yang belum terdaftar. Lalu, ada juga fitur Lapor TMS untuk melaporkan jika ada pemilih yang dinilai tidak memenuhi syarat memilih.
Fitur ini tentu bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek, ketika beredar isu orang-orang asing yang banyak datang ke daerahnya dan dikabarkan punya KTP untuk memilih.
Terkait penyebaran isu hoaks jelang Pemilu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bersama Google News Initiative terus gencar melakukan pencegahan atau prebunking, agar informasi hoakx tersebut bisa dicegah sebelum menyebar ke mana-mana.
Tindakan prebunking merupakan aksi proaktif melakukan pencegahan tau antisipasi sebelum misinformasi dan disinformasi menyebar ke publik.
Memotong jalur informasi yang salah (prebunking) secara preemptif dianggap sebagai langkah yang terbaik dan penting dibanding mengatasi informasi hoax yang terlanjur tersebar dan bercabang-cabang.










