Terkini, Jeneponto — Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting dan wasting pada anak usia dini, UKM Almaghfirah Pannara dari Kelurahan Empang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menghadirkan inovasi menarik berupa puding daun kelor.
Inovasi ini ditampilkan dalam lomba menu cemilan bergizi untuk anak usia 1 hingga 5 tahun, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan program Cess Gammara.
Program Cess Gammara yang digagas oleh RSUD Lanto Daeng Pasewang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan anak, khususnya di masa emas perkembangan mereka.

Pendamping UKM Almaghfirah Pannara, Dian Ekawati Mansyur menjelaskan, puding daun kelor dipilih karena mengandung nutrisi tinggi seperti zat besi, kalsium, dan vitamin A yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami ingin memberikan solusi yang sederhana, enak, dan bergizi. Daun kelor sangat mudah didapat di sekitar kita dan memiliki banyak manfaat kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut Dian mengatakan, Daun kelor, yang dikenal sebagai superfood lokal kaya vitamin dan mineral, diolah menjadi puding dengan rasa yang lezat dan tekstur lembut, sehingga disukai anak-anak.
“Kami ingin mendukung generasi anak-anak sehat dan cerdas melalui makanan yang tidak hanya bergizi tetapi juga menarik untuk dikonsumsi. Daun kelor punya potensi luar biasa, dan kami kreasikan menjadi puding agar lebih diterima anak-anak,” kata Dian.

Lomba menu cemilan bergizi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas masyarakat, tetapi juga bentuk edukasi bagi para orang tua tentang pentingnya memilih makanan sehat untuk anak-anak mereka.
Inovasi seperti puding daun kelor diharapkan dapat menjadi alternatif cemilan yang digemari anak-anak sekaligus membantu mencukupi kebutuhan gizi harian mereka.
Program ini disambut antusias oleh warga sekitar, dan RSUD Lanto Daeng Pasewang berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya bersama mencegah stunting dan wasting di Jeneponto.










